Greetings

Suparno - 2004_1

Dear All,

Welcome to my website. Thank you for your visit and spend some time. Please feel free to browse around my site. If you have comments or questions about this site, or simply need more information and want to contact me, please contact me by e-mail.

I am a lecturer/professor of process technology at the Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Engineering and Technology of Bogor Agricultural University (IPB) in Bogor, Indonesia.  Please feel free to contact me for a mutual research collaboration.

Contact address:

Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Engineering and Technology,
Bogor Agricultural University (IPB)
Kampus IPB Darmaga, PO Box 220, Bogor 16002
Indonesia
E-mail: ono.suparno[at]ipb.ac.id
Phone/fax: +62-0251-8621974
 

Call for proposals – Pelatihan Intensive-Student Technopreneurship Program 2014

Poster i-STEP 2014 terpilih

***

 

Pendidikan Kewirausahaan di Indonesia Perlu Diubah

PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI INDONESIA PERLU DIUBAH

Pendidikan kewirausahaan kini sangat diminati oleh banyak pihak, baik pemerintah, perusahaan swasta, dan utamanya perguruan tinggi. Hampir setiap perguruan tinggi di Indonesia memiliki kurikulum untuk menghasilkan wirausaha di kampusnya. Namun demikian, pendidikan yang marak ini tidak diikuti oleh mutu hasil yang memuaskan. Sebagai contoh, hasil survei Global Entrepreneurship Monitor yang baru dirilis menunjukkan bahwa sangat minimal (hanya 4 %) wirausahawan Indonesia yang menghasilkan produk baru atau produk yang inovatif.

Perguruan tinggi yang mestinya mendorong kelahiran wirausaha yang bermutu, sejalan dengan mutu pelakunya yang berpendidikan tinggi, sering masih kesulitan dalam melahirkan wirausaha terdidik yang mampu melahirkan produk yang inovatif dan memberikan dampak luas ke masyarakat. Melahirkan wirausaha yang bermutu memang tidak mudah, apalagi tidak ditunjang oleh ekosistem yang memadai, namun upaya untuk itu harus terus dilakukan, terutama melalui proses pendidikan tinggi.

Dengan latar belakang tersebut, Recognition and Mentoring Program-Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB) menyelenggarakan “Pelatihan Technopreneurship untuk Dosen” di Amaris Hotel, Bogor pada 11-13 Maret 2014. Training tersebut diperuntukkan bagi dosen yang ingin melahirkan perusahaan start-up yang efektif di kampusnya, dengan mengintegrasikan pendekatan lean start-up dan customer development dalam kurikulum di perguruan tinggi. Pendekatan ini relatif murah dan cepat sehingga sesuai dengan dunia kampus dan mahasiswa yang akan menjalankannya. Pendekatan ini sekaligus juga ilmiah sekaligus experiential sehingga dapat diintegrasikan dalam kurikulum.

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para dosen dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia ini dapat mengadopsi dan mengadaptasikan metode yang efektif dalam penciptaan teknopreneur baru ke dalam kurikulum di masing-masing perguruan tingginya. Pelatihan diikuti oleh 36 dosen kewirausahaan dari 27 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, yakni Institut Pertanian Bogor, Institut Pertanian STIPER Yogyakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Pratama Mulia Surakarta, Universitas Andalas, Universitas Bina Nusantara, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Brawijaya, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Universitas Halu Oleo, Universitas Hasanuddin, Universitas Jember, Universitas Jenderal Achmad Yani Bandung, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Palangkaraya, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Universitas Sumatera Utara, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Udayana, dan UPN Veteran Jatim.

Materi yang diberikan pada pelatihan tersebut meliputi cara-cara pembangkitan dan evaluasi ide, model-model pembelajaran technopreneurship, penyusunan dan teknik pengajaran business model canvas, pendekatan lean start-up dan customer development, pengembangan produk melalui human-centered design, dan contoh-contoh hasil pembelajaran yang sudah dilakukan oleh IPB.

Buku baru “SAINS DAN TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI MINYAK/LEMAK DAN KULIT SAMOA (CHAMOIS LEATHER)”

 sampul belakang buku kulit samoasampul depan buku kulit samoaSAINS DAN TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI MINYAK/LEMAK DAN KULIT SAMOA (CHAMOIS LEATHER)”

Penulis: Ono Suparno, Ika A. Kartika, Muslich

Penerbit: IPB Press

Minyak/lemak merupakan salah satu komponen penting dalam bahan-bahan alami atau bahan-bahan hasil pertanian, selain protein, karbohidrat, dan air. Material tersebut memiliki berbagai kegunaan, yakni sebagai sumber energi (kalori), media pemanas, pelumas, dan pelarut warna, rasa serta aroma, sehingga bahan tersebut berperan penting, baik di industri pangan maupun nonpangan.  Pada industri penyamakan kulit, sebagian minyak/lemak berguna sebagai bahan penyamak (tanning agent) untuk memproduksi kulit samoa (chamois leather) dan minyak/lemak yang sudah dimodifikasi digunakan dalam proses pelemakan (fatliquoring).

Pemahaman mengenai dasar-dasar penyamakan kulit, khususnya kulit samoa masih berdasarkan pengetahuan turun-temurun dan pengalaman,  walaupun usaha-usaha terbaik telah dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan dewasa ini. Bahan penyamak yang digunakan di industri kulit samoa dewasa ini masih menggunakan minyak ikan yang menghadapi permasalahan pada mutu produk dan biaya produksi kulit samak tersebut. Oleh karena itu, pemahaman secara ilmiah diperlukan supaya terjadi peningkatan kesinambungan industri yang menghasilkan material unik yang diturunkan dari sumber alami tersebut. Selain itu, bahan-bahan penyamak baru perlu diteliti dan dikembangkan untuk meningkatkan mutu produk kulit samoa, menurunkan biaya produksi,  dan sekaligus meningkatkan nilai tambah bahan-bahan penyamak baru tersebut.  Buku ini ditulis dengan harapan dapat membantu memberikan sains dan teknologi proses produksi minyak/lemak dan kulit samoa untuk meningkatkan nilai tambah dan produksi kedua material tersebut.

Buku ini menjelaskan ilmu pengetahuan dan teknologi proses produksi minyak/lemak dan kulit samoa, yang mencakup definisi, sifat-sifat, metode ekstraksi, dan pengujian minyak/lemak; dan definisi, sifat-sifat, proses produksi, standar mutu, serta pengujian kulit samoa. Buku ini ditulis dengan harapan dapat membantu memberikan sains dan teknologi proses produksi minyak/lemak dan kulit samoa untuk meningkatkan nilai tambah dan produksi kedua material tersebut, khususnya di Indonesia.  Oleh karena itu, buku ini tidak hanya ditujukan untuk pembaca dari kalangan akademisi, mahasiswa, dan pelajar, tetapi juga untuk praktisi/pewirausaha teknologi (technopreneur) agroindustri dan pembuat kebijakan ekonomi.

Seminar Nasional “Social Technopreneurship 2013” dan Intensive-Student Technopreneurship Program 2013

Pengembangan teknologi yang banyak dilakukan di lembaga-lembaga riset dan perguruan tinggipada saat ini masih belum optimum untuk memberikan penyelesaian permasalahan di masyarakat kita.  Solusi teknologi dan pengembangan usaha sangat diperlukan untuk menjawab persoalanmasyarakat miskin dan pengangguran di Indonesia yang jumlahnya masih tinggi.Selain itu, pengembangan technopreneurship diperlukan untuk memanfaatkan secara optimum sumberdaya alam Indonesia yang sangat kaya.   

Socialtechnopreneurship merupakan salah satu solusi permasalahan-permasalahan tersebut.  Socialtechnopreneurship memberikan solusi dengan mengembangkan kewirausahaan yang mendayagunakan teknologi untuk menjawab persoalan masyarakat.  Dengan latar belakang tersebut, RAMP-IPBmengadakan Seminar Nasional “SocialTechnopreneurship 2013”, yang yang bertujuan (1) untuk menyosialisasikan pengalaman keberhasilan para social-technopreneur Indonesia agar menjadi model dari gerakan social-technopreneurship Indonesia, dan (2) untuk menunjukkan hasil dari upaya yang sudah dilakukan beberapa social-technopreneur Indonesia.  

Seminar yang diselenggarakan di IPB International Convention Center (IICC), Botani Square, Bogor tersebut merupakan bagian awal dari Pelatihan Intensive-Student Technopreneurship Program 2013(i-STEP 2013)yang diselenggarakan oleh RAMP-IPB di CICO Resort, Bogor  selama dua minggu, 24 Juni-6 Juli 2013.  Seminar tersebut menghadirkan pemakalah: Bapak Ahmad Juwaini (Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa), Bapak Hanif A. Widyanto (Manajer Program – Global Entrepreneurship Program Indonesia), Dr. Didiek H. Goenadi (Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara), dan Ibu Rara Sekar Larasati (Project Officer – Kopernik).     

Pelatihan i-STEP 2013 merupakan program peningkatan kemampuan technopreneurship mahasiswa untuk para mahasiswa terpilih yang memiliki ide-ide inovatif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tujuan pelatihan tersebut adalah (1) untuk meningkatkan kemampuan social-technopreneurship mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia, yaitu kemampuan mulai dari membangkitkan ide inovatif, mengevaluasi ide, mengembangkan produk teknologi, mendirikan usaha baru, memasarkan, dan mengelola pembiayaan dan keuangan secara praktis untuk sebuah usaha berbasis teknologi, (2) untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menciptakan invensi dan inovasi, dan (3) untuk menjaring calon social-technopreneurship baru yang diharapkan akan memenuhi kualifikasi untuk dilakukan pengembangan melalui program pra-inkubasi dan inkubasi bisnis.

Pelatihan tersebut membantu mahasiswa mulai dari membangkitkan dan memformulasikan ide-ide, mengembangkan teknologi menjadi produk, memproteksi hasil temuan, membentuk bisnis, memasarkan, mengelola pembiayaan dan keuangan, serta memperluas dampaknya bagi masyarakat.  Program tersebut melibatkan berbagai pakar, akademisi, dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya untuk membekali mahasiswa untuk menjadi teknopreneur.  

Pelatihan i-STEP 2013 diikuti oleh 50 orang mahasiswa terpilih yang berasal dari 17 perguruan tinggi, yakni: Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Nasional Malang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Universitas Andalas, Universitas Bengkulu, Universitas Brawijaya, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Diponegoro, Universitas Jambi, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Teuku Umar Meulaboh,  dan Universitas Trunojoyo Madura.

 

Call for proposals i-STEP 2013

PELATIHAN GRATIS!!!

RAMP-IPB kembali akan mengadakan Pelatihan Technopreneurship (Intensive-Student Technopreneurship Program 2013 atau i-STEP 2013). Program ini menawarkan peluang kepada 50 orang mahasiswa Indonesia untuk mengikuti pelatihan technopreneurship secara GRATIS selama dua minggu di Bogor, bahkan kami berikan pengganti biaya transportasi pulang-pergi, akomodasi (penginapan, makan, snack, dll.) selama training, serta seluruh materi training diberikan secara cuma-cuma. Pelatihan tersebut terbuka untuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki minat untuk pengembangan invensi dan inovasi dan/atau technopreneurship serta memiliki ide atau solusi teknologi untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang air, energi, kesehatan, pertanian, keanekaragaman hayati atau bidang-bidang lain yang relevan.

Inti training adalah bagaimana menumbuhkan ide inovasi teknologi dan membawanya sampai menjadi suatu bisnis atau usaha yang bermanfaat bagi masyarakat, yang kami istilahkan sebagai “from idea to impact”. Materi yang akan diberikan adalah penilaian idea dan peluang usaha, mentransfer ide menjadi teknologi yang ‘proven’, memasarkan dan menjual inovasi, membuat business plan dan business model, membangun usaha, dan membiayai usaha berbasis inovasi teknologi.

Syarat:
- Terdaftar sebagai mahasiswa di perguruan tinggi minimal semester 4 (S-1) atau semester 2 (S-0/Diploma 3).
- Memiliki ide inovasi teknologi yang bermanfat bagi masyarakat.
- Mengisi formulir proposal dan dokumen-dokumen pendukungnya (terlampir) yang dapat diperoleh di rektorat anda (luar IPB), departemen (IPB)  atau di-download di http://www.ramp-indonesia.org atau di http://ramp.ipb.ac.id.

- Mengirimkan proposal awal inovasi teknologi dalam format MS Word ke e-mail ono.suparno@gmail.com dan tembusan (cc) ke ramp.ipb@gmail.com paling lambat 11 Mei 2013.

- Setelah menerima tanggapan dari RAMP-IPB, mengirimkan proposal yang sudah diperbaiki ke e-mail ono.suparno@gmail.com dan cc  ke ramp.ipb@gmail.com paling lambat 25 Mei 2013.

- Mengirimkan hardcopy proposal yang sudah diperbaiki sesuai dengan ketentuan pada formulir proposal (Lampiran 1) paling lambat 25 Mei 2013 ke:

Sekretariat  RAMP-IPB
Jl. Raya Pajajaran No. 1,
Kampus IPB Baranangsiang, Pintu 3, Bogor 16127.

Proposal-proposal tersebut akan diseleksi oleh tim reviewer. Peserta yang terpilih akan berhak mengikuti pelatihan tersebut yang sepenuhnya dibiayai oleh RAMP-IPB.
Pengumuman yang lolos seleksi: 6-7 Juni 2013.
Pelaksanaan pelatihan: 24 Juni-6 Juli 2013.

Informasi lengkapnya dapat diperoleh di: http://www.ramp-indonesia.org atau http://ramp.ipb.ac.id.
atau tanyakan melalui e-mail ke: lramp@ipb.ac.id atau ramp.ipb@gmail.com.

Atas kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Salam,
Ono Suparno


Dr. Ono Suparno
Recognition and Mentoring Program- Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB)
Jl. Raya Pajajaran No. 1, Kampus IPB Baranangsiang, Pintu 3, Bogor 16143
Telepon : 0251-8317386, Fax : 0251-8317386, Website: www.ramp-indonesia.org
E-mail: ono.suparno@ipb.ac.id; http://ono.suparno.staff.ipb.ac.id

 

Lampiran:

 

 

 

Konferensi Nasional Inovasi dan Technopreneurhsip 2013

Ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) diharapkan mampu meningkatan produktivitas, nilai tambah, dan peningkatan keunggulan kompetitif.  Inovasi dan technopreneurship merupakan dua kata kunci penting dalam perubahan ke ekonomi berbasis pengetahuan yang memberi manfaat atau dampak ekonomi dan sosial.  Manfaat-manfaat ekonominya adalah meningkatkan efisiensi dan produktivitas, meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja baru, dan menggerakkan sektor-sektor ekonomi yang lain.  Manfaat-manfaat sosialnya adalah menggerakkan perubahan perilaku sosial di masyarakat menjadi masyarakat yang memiliki keunggulan kompetitif, yaitu produktif dan bijak dalam pemanfaatan sumberdaya ekonomi lokal.

Partisipasi berbagai pihak, teori dan pendekatan digunakan dalam proses pendidikan technopreneurship untuk mendidik dan menciptakan inovator dan teknopreneur. Dengan beragamnya jenis program, target, partisipan dan tujuan, maka akumulasi pengalaman dan pengetahuan ini menjadi penting untuk menjadi pembelajaran bersama.

Dengan latar belakang tersebut, Recognition and Mentoring Program-IPB (RAMP-IPB), Dep. Teknologi Industri Pertanian-IPB (Dep. TIN-IPB), dan Asosiasi Agroindustri Indonesia (AGRIN) akan menyelenggarakan Konferensi Nasional Inovasi dan Technopreneurship (KNIT) 2013 dengan tema “Mendidik dan Menciptakan Inovator dan Technopreneur”.  Konferensi tersebut diselenggarakan sebagai sarana bagi para penggiat inovasi dan technopreneurship dalam berbagi pengalaman dan pembelajaran melalui tulisan ilmiah tentag konsep, rancangan, kasus, atau pembelajaran dari program yang telah berjalan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk: (1) menjadi sarana berbagi pengalamanan dan pembelajaran pengembangan technopreneurship di perguruan tinggi, (2) mendorong pembaharuan isu-isu terkini dalam pendidikan technopreneurship dan inovasi teknologi di perguruan tinggi, (3) mendorong penyebaran inovasi teknologi dari berbagai disiplin ilmu di perguruan tinggi untuk mendorong peningkatan keunggulan kompetitif bangsa, dan (4) mewadahi kolaborasi interdisipliner antar perguruan tinggi, organisasi profesi, pihak swasta serta pemerintah untuk menciptakan dan mengimplementasikan inovasi teknologi dan technopreneurship.

KNIT 2013 akan dilaksanakan di IPB International Convention Center (IICC), Botani Square, Bogor pada 18-19 Februari 2013. Pada acara tersebut, Dahlan Iskan (Meneg BUMN) akan menyampaikan keynote speech berjudul “Peningkatan keunggulan kompetitif melalui inovasi dan technopreneurship”. Pada sesi pleno,  acara tersebut akan menghadirkan Dr. Illah Sailah (Dir. Belmawa, Dikti); Ir. M. Najikh (Technopreneur,  PT Kelola Mina Laut); Ir. Sugiyanto, MSc (Inventor,  PT Tirta Martha), dan Prof. Nastiti S. Indrasti (Kadep TIN-IPB).  Pada sesi paralel, berbagai pihak, praktisi, dan akademisi inovasi dan technopreneurship diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan pengetahuan dalam pengembangan inovasi dan technopreneurship. (OS)

RAMP-IPB Holds a Seminar on Social Technopreneurship and i-STEP 2012

Friday, July 06 2012

Recognition and Mentoring Program of Bogor Agricultural University (RAMP-IPB) again held an technopreneurship improvement program for students through training of Intensive Student Technopreneurship Program 2012 (i-STEP 2012). The acitivity regularly conducted since 2006 was officially opened by the Vice Rector for Academic and Student Affairs, Prof Dr Yonny Koesmaryono IPB at IPB International Convention Center (IICC) Bogor, Monday (2/7).

The 2012 I-STEP series of activities srarted with the National Seminar of CP Prima on Social Technopreneurship, cooperation between RAMP-IPB and PT Central Proteinaprima. The seminar presented some speakers consisting of Zainal Abidin (Social Technopreneur Academy), Ir Tri Mumpuni (Director of the Institute for Business and People Economy / IBEKA), Dr H. Didiek Goenadi (Research Director of PT Nusantara Plantation), Alfian Lim and Edwin ZH. Jonathans (PT Central Proteinaprima Tbk), and Ms. Ewa Wojkowska (Co-founder and CEO of The Kopernik).

Director of RAMP-IPB Dr Aji Hermawan said, the development of technology-based entrepreneurship (Technopreneurship) should have a positive impact on many people. Meanwhile, most technological development by research institutions and universities is not at present still optimally solving problems in our society.

Therefore, technological solutions and business development are needed to deal with the problems of poor and unemployment in Indonesia, which is still high in number. In addition, technopreneurship devlopment is necessary to make an optimum use of the rich natural resource of Indonesia.

“RAMP-IPB believes that social technopreneurship is one solution to such problems. It gives a solution by developing entrepreneurship with the use of technology to solve community problems,” said Dr Aji, who was accompanied by Chairman of the Committee, Dr. Ono Suparno.

In another part, Dr. Aji explains that the i-STEP 2012, which will start for two weeks (2 – 16 July 2012), is for selected students who have innovative ideas from various universities in Indonesia. In the training, students are given a structured and in-depth training to help them start from generating and formulating ideas, developing technology into products, to expanding its impact on society. “The program involves a number of experts, academics, and practitioners who are highly experienced in their fields to equip students to be technopreneur,” said Dr Aji.

The i-STEP 2012 training involves 50 selected students, consisting of 28 men and 22 women. They come from 20 universities throughout Indonesia. “We hope in the future a generation of young people will develop and able to build self-sufficiency for themselves and society through the knowledge they have. With God’s willing, Indonesia will be better,” concluded Dr. Aji. (Mtd)

Sumber: http://news.ipb.ac.id/news/en/346c04113ecd01e7ce7c97fb72d6ed7f/ramp-ipb-holds-a-seminar-on-social-technopreneurship-and-i-step-2012.html

Seminar Nasional CP Prima-Social Technopreneurship dan Intensive-Student Technopreneurship Program 2012 RAMP-IPB

Pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi (technopreneurship) seharusnya berdampak positif untuk masyarakat banyak. Pengembangan teknologi yang banyak dilakukan di lembaga-lembaga riset dan perguruan tinggi pada saat ini masih belum optimum memberikan penyelesaian permasalahan di masyarakat kita. Solusi teknologi dan pengembangan usaha sangat diperlukan untuk menjawab persoalan masyarakat miskin dan pengangguran di Indonesia yang jumlahnya masih tinggi. Selain itu, pengembangan technopreneurship diperlukan untuk memanfaatkan secara optimum sumberdaya alam Indonesia yang kaya.

Recognition and Mentoring Program-Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB) meyakini bahwa social technopreneurship merupakan salah satu solusi permasalahan-permasalahan tersebut.  Social technopreneurship memberikan solusi dengan mengembangkan kewirausahaan yang mendayagunakan teknologi untuk menjawab persoalan masyarakat.  Dengan latar belakang tersebut, RAMP-IPB bekerjasama dengan PT Central Proteinaprima Tbk. mengadakan Seminar Nasional CP Prima-Social Technopreneurship, yang yang bertujuan (1) untuk menyosialisasikan pengalaman keberhasilan para social-technopreneur Indonesia agar menjadi model dari gerakan social-technopreneurship Indonesia, dan (2) untuk menunjukkan hasil dari upaya yang sudah dilakukan beberapa social-technopreneur Indonesia.   Selain itu, RAMP-IPB juga melakukan program peningkatan kemampuan technopreneurship mahasiswa melalui Pelatihan Intensive-Student Technopreneurship Program 2012 (i-STEP 2012) untuk para mahasiswa terpilih yang memiliki ide-ide inovatif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tujuan pelatihan tersebut adalah (1) untuk meningkatkan kemampuan social-technopreneurship mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia, yaitu kemampuan mulai dari membangkitkan ide inovatif, mengevaluasi ide, mengembangkan produk teknologi, mendirikan usaha baru, memasarkan, dan mengelola pembiayaan dan keuangan secara praktis untuk sebuah usaha berbasis teknologi, dan (2) untuk menyaring calon social-technopreneurship baru yang diharapkan akan memenuhi kualifikasi untuk dilakukan pengembangan melalui program pra-inkubasi dan inkubasi bisnis.

Seminar tersebut merupakan bagian awal dari Pelatihan i-STEP 2012 yang akan dilaksanakan di CICO Resort, Bogor  selama dua minggu, 2-16 Juli 2012.  Seminar tersebut menghadirkan pemakalah: Zainal Abidin (Social Technopreneur Academy), Ir. Tri Mumpuni (Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan/IBEKA), Dr. Didiek H. Goenadi (Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara), Alfian Lim dan Edwin H. Jonathans (PT Central Proteinaprima Tbk.), dan Ms. Ewa Wojkowska (Co-founder dan CEO The Kopernik).

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa diberikan pelatihan yang terstruktur dan mendalam untuk membantu mereka mulai dari membangkitkan dan memformulasikan ide-ide, mengembangkan teknologi menjadi produk, memproteksi hasil temuan, membentuk bisnis, memasarkan, mengelola pembiayaan dan keuangan, serta memperluas dampaknya bagi masyarakat.  Program tersebut melibatkan berbagai pakar, akademisi, dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya untuk membekali mahasiswa untuk menjadi teknopreneur.

Pelatihan i-STEP 2012 diikuti oleh 49 orang mahasiswa terpilih yang terdiri atas 28 laki-laki dan 21 perempuan.  Peserta pelatihan i-STEP 2012 berasal dari 20 perguruan tinggi, yakni: Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Lampung, Politeknik Negeri Medan, Politeknik Pratama Mulia Surakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Bengkulu, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Haluoleo, Universitas Hasanuddin, Universitas Islam Riau, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Lampung, Universitas Malikussaleh, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Teuku Umar.

 

Contact person:  Dr. Aji Hermawan (Direktur RAMP-IPB)/ Dr. Ono Suparno (Ketua Panitia)

Recognition and Mentoring Program-Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB)

Jl. Raya Pajajaran No. 1, Kampus IPB Baranangsiang, Pintu 3, Bogor 16144; Tel/Fax: (0251) 8317386

Introduction to Leather Manufacturing

Leather making is one of the oldest crafts performed by humankind.  Although there is world-wide trend to exploit alternative materials derived from other sources, leather still finds widespread use.

Tanning is the most important step in leather production.  It is typically carried out in an aqueous environment in rotating drums. During tanning, collagen will fix the tanning agent to its reactive sites, as a result stopping the putrefaction phenomenon. Tanning can be classified into three groups: mineral tanning, vegetable tanning, and other organic tanning (aldehyde, quinone, oil, and synthetic tanning).

Four elements play a significant role in the modern leather tanning industry, i.e. chromium(III), aluminium(III), titanium(IV), and zirconium(IV), of which chromium(III) is the most important. Nowadays, more than 90% of the world’s leather is tanned with chromium, which is a consequence of the easy processing, the broad achievability and the excellent properties of leather. Tanning using Cr(III) sulfate can achieve shrinkage temperatures above 120oC. However, it also has considerable potential for environmental pollution.

The interactions of collagen with chrome have been extensively investigated since the end of the nineteenth century. The fundamental reaction is the formation of complex bonds with the ionised carboxyl groups of aspartic and glutamic acid residues on collagen fibres.

Other mineral tannages (Al(III), Ti(IV), and Zr(IV)) have similar reaction mechanisms to chromium, although reaction is dominated by electrovalent bonding, thus much lower shrinkage temperature is obtained than with chrome. The maximum shrinkage temperatures of leather tanned with Al(III), Ti(IV), and Zr(IV) salts are 79, 90, and 97oC respectively.  The development of titanium and zirconium tannage is relatively new. Empirically, the chemistry of Ti(IV) is dominated by the titanyl ion TiO2+ and the species in the tanning agent are chains of (Ti-O)n. Zirconium salts are characterised by eight-coordination and high affinity for oxygen, resulting in a tetrameric core structure; the basic unit of structure is four Zr(IV) ions at the corners of a square.  The tanning powers of titanium and zirconium are similar and both are better than aluminium.

Written by: Ono Suparno, Ph.D.

Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Engineering and Technology, Bogor Agricultural University (IPB)
Darmaga Campus, P.O. Box 220, Bogor 16002, Indonesia
E-mail: ono.suparno(at)ipb.ac.id

***