ono.suparno

Selamat datang – Welcome!

Welcome to my blog.

Thank you for dropping in and spend some time. Please feel free to browse around my blog. If you have comments or questions about this site, or simply need more information, please contact me at ono.suparno[at]ipb.ac.id.

At this blog, you will discover some articles and information about my profile, lecture, research, publications, etc.

Thank you for visiting and I hope you enjoy your stay.

Regards,

Ono Suparno

Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Engineering and Technology, Bogor Agricultural University (IPB), Bogor, Indonesia

***

Disclaimer

The information contained herein is provided as a public service with the understanding that makes no warranties, either expressed or implied, concerning the accuracy, completeness, reliability, or suitability of the information.  Nor does warrant that the use of this information is free of any claims of copyright infringement.

***

Departemen TIN Fateta IPB menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Technopreneurship di IPB International Convention Center (IICC), Botani Square, Bogor pada tanggal 10 Desember 2011.  Kegiatan tersebut dilakukan Departemen TIN dalam upaya mengarahkan sistem pendidikannya dari sekedar melakukan preservasi pengetahuan menjadi lebih berorientasi pada technopreneurship, yakni entrepreneurship atau wirausaha yang memanfaatkan teknologi. Workshop tersebut diikuti oleh para dosen TIN dan alumni Departemen TIN yang bergerak di bidang wirausaha. Pada acara tersebut, Departemen TIN memaparkan mengenai Pengembangan Kurikulum Technopreneurship TIN dan Rencana Implementasi Kurikulum Berorientasi pada Technopreneurship.  Selanjutnya, dilakukan diskusi. Pada sesi diskusi, para alumni TIN mengapresiasi pengembangan kurikulum yang dilakukan oleh almamaternya dan memberikan berbagai masukan serta usulan untuk pengembangan dan penyempurnaan kurikulum tersebut. (OS)

Beberapa dosen Fateta IPB, yakni Dr. Endang Warsiki, Dr. Ika A. Kartika, dan Dr. Ono Suparno mengikuti International Seminar on Chemical Engineering Soehadi Reksowardojo 2011.  Seminar tersebut dilaksanakan di ITB, Bandung pada tanggal 5-7 Oktober 2011. Pada seminar tersebut, ketiga dosen tersebut mempresentasikan hasil-hasil penelitiannya dalam bentuk presentasi lisan dan poster.  Selain itu, yang membanggakan juga adalah bahwa salah satu keynote speaker pada sesi pleno hari kedua seminar tersebut adalah dari Fateta IPB, yakni Prof Dr. Purwiyatno Hariyadi (Direktur Seafast Center – IPB).  Pada seminar tersebut,  Prof. Hariyadi menyampaikan makalah berjudul “Biobased Product Development for Better Value of Foods”. (OS)

ono.suparno

Simposium Nasional Agroindustri IV

Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) Fateta IPB menyelenggarakan Simposium Nasional Agroindustri IV di IPB International Convention Center (IICC), Botani Square, Bogor pada hari Sabtu, 24 September 2011.  Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc.

Simposium tersebut  dilatarbelakangi bahwa agroindustri merupakan subsektor pertanian yang sangat penting untuk pembangunan nasional. Oleh karena itu, agroindustri perlu dikembangkan dan diperkuat untuk mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Departemen TIN IPB merupakan institusi pendidikan tinggi pertama dan terdepan di Indonesia yang berfokus pada agroindustri. Dep. TIN telah berperan penting dalam mengembangkan SDM di bidang agroindustri, menghasilkan riset, inovasi dan pemberdayaan masyarakat di bidang tersebut. Setelah sekian lama agroindustri berkembang di Indonesia, kini saatnya untuk mengevaluasi peranan dan kontribusinya dalam pembangunan negeri ini.  Departemen TIN pun perlu menata kembali peranannya dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang agroindustri ini dengan mempertimbangkan perkembangan lingkungan terkini.

Simposium agroindustri tersebut merupakan wahana yang tepat bagi Departemen TIN dengan kekuatan akademik dan penelitiannya, serta alumni-alumninya yang telah berkiprah berbagai bidang dengan kekuatan dan pengalaman praktisnya, untuk kembali memberikan kontribusi terbaiknya dalam pengembangan agroindustri Indonesia.  Simposium yang merupakan rangkaian dari simposium-simposium sebelumnya merupakan Simposium IV dan bertema ”Penguatan Agroindustri: Gerakan Memakmurkan Bangsa”.

Tujuan Simposium Nasional Agroindustri IV adalah: (1) Memadukan kekuatan akademisi dan praktisi di bidang agroindustri untuk menguatkan agroindustri nasional, (2) Memperkuat jeraring antara berbagai komponen yang bergerak dalam agroindustri untuk melahirkan peluang-peluang, (3) Memberikan kontribusi strategi dan langkah-langkah penguatan agroindustri nasional, dan (4) Mengkaji isu-isu terkini dalam agroindustri nasional yang meliputi pengembangan teknologi terdepan, peranannya dalam menanggulangi ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan dan mengurangi pengangguran, strategi peningkatan daya saing, bioenergi dan lingkungan, serta pendidikan dan technopreneurship.

Peserta kegiatan ini adalah praktisi dan akademisi agroindustri, pemerintah, alumni serta para dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian Fateta IPB.  Acara ini diperkirakan dihadiri lebih dari 300 peserta.

Pembicara pada simposium  ini adalah Keynote speaker: H. Suharyo Husen, BSc, SE, MBA (Kadin Indonesia). Pembicara panel discussion: (1) Dr. Imran Farooque (Representative to Indonesia, The United Nations Industrial Development Organization/UNIDO), (2) Dr. Ir. Atih Surjati Herman, MSc (Kementerian Perindustrian Republik Indonesia), dan (3) Ir. Mohammad Nadjikh (Presiden Direktur PT. Kelola Mina Laut). Pembicara diskusi kelompok/kaukus adalah para dosen Dep. TIN IPB dan praktisi agroindustri dari para alumni Dep. TIN IPB.

Kegiatan tersebut disponsori oleh Dep TIN IPB, Bank Mandiri, PT Bakrie Sumatera Plantations, PT Perkebunan Nusantara XII (Persero), CV Multi Agro Lestari, PT  Rumah Pikat, PT  Indosat Tbk., PT  Kelola Mina Laut, Misterblek Blended Coffee, Harian GoSport, dan PT OTI. (OS)

Pengembangan usaha berbasis teknologi (technopreneurship) diperlukan untuk memanfaatkan secara optimum sumberdaya alam Indonesia yang kaya.  Pengembangan kewirausahaan seharusnya berdampak positif untuk masyarakat banyak. Pengembangan teknologi yang banyak dilakukan di lembaga-lembaga riset dan perguruan tinggi pada saat ini masih belum optimum memberikan penyelesaian permasalahan di masyarakat kita. Solusi teknologi dan pengembangan usaha sangat diperlukan untuk menjawab persoalan masyarakat miskin dan pengangguran di Indonesia yang jumlahnya masih tinggi.

Recognition and Mentoring Program-Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB) meyakini bahwa social technopreneurship merupakan salah satu upaya untuk memberikan solusi permasalahan-permasalahan tersebut.  Social technopreneurship memberikan solusi dengan mengembangkan kewirausahaan yang mendayagunakan teknologi untuk menjawab persoalan masyarakat.  Dengan latar belakang tersebut, RAMP-IPB mengadakan Seminar Nasional dan Ekspo “Social Technopreneurship Indonesia”, yang bertujuan (1) untuk mensosialisasikan pengalaman keberhasilan para social-technopreneur Indonesia agar menjadi model dari gerakan social-technopreneurship Indonesia, dan (2) untuk menunjukkan hasil dari upaya yang sudah dilakukan beberapa social-technopreneur muda Indonesia.   Selain itu, RAMP-IPB juga melakukan program peningkatan kemampuan technopreneurship mahasiswa melalui pelatihan Intensive-Student Technopreneurship Program (i-STEP) untuk para mahasiswa terpilih yang memiliki ide-ide inovatif, dari berbagai disiplin ilmu, dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tujuan pelatihan i-STEP 2011 tersebut adalah (1) untuk meningkatkan kemampuan social-technopreneurship mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia, yaitu kemampuan mulai dari membangkitkan ide inovatif, mengevaluasi ide, mengembangkan produk teknologi, mendirikan usaha baru, memasarkan, dan mengelola pembiayaan dan keuangan secara praktis untuk sebuah usaha berbasis teknologi, dan (2) untuk menyaring calon social-technopreneurship baru yang diharapkan akan memenuhi kualifikasi untuk dilakukan pengembangan melalui program pra-inkubasi dan inkubasi bisnis.

Seminar Nasional dan Ekspo ”Social Technopreneurship Indonesia” yang juga merupakan kegiatan awal dari pelatihan i-STEP 2011 dilaksanakan di CICO Resort, Cimahpar, Bogor  pada hari Senin, 11 Juli 2011, dilanjutkan dengan pelatihan i-STEP 2011 sampai dengan tanggal 26 Juli 2011.  Pada acara Seminar Nasional dan Ekspo, peserta dapat menggali pengalaman keberhasilan beberapa social-technopreneur Indonesia, yakni Ir. Tri Mumpuni (Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan/IBEKA), Mr. Toshi Nakamura (Co-founder dan CEO Kopernik), Wahyudi Anggoro Hadi, S.Farm, Apt. (Pengembang Bahan Bakar Nabati), Dr. Didiek Hadjar Goenadi (Ketua Umum Asosiasi Inventor Indonesia/ Komite Penanaman Modal – BKPM), dan Prof. Dr. Ari Purbayanto (Pemenang Program Mentoring RAMP IPB). Sementara itu, Ekspo menampilkan produk-produk inovasi teknologi yang dihasilkan oleh beberapa alumni i-STEP dan peserta program pre-mentoring RAMP IPB, yakni Achmad Ferdiansyah Pradana Putra, Agung  Purnomo, Hadi Apriliawan, Niko Daniar Atmaja, Rizqi Rizaldi Hidayat, Samsul Anam, Slamet Budi Cahyono, Syam Mahfuz Chazali, dan Tunggul Dian Santoso. Seminar dan Ekspo tersebut diikuti oleh peserta i-STEP 2011, sebagian alumni i-STEP, mahasiswa, para dekan, dosen, dan undangan lainnya.

Dalam i-STEP 2011, mahasiswa diberikan pelatihan yang terstruktur dan mendalam untuk membantu peserta mulai dari membangkitkan dan memformulasikan ide-ide, mengembangkan teknologi menjadi produk, memproteksi hasil temuan, membentuk bisnis, memasarkan, mengelola pembiayaan dan keuangan, serta memperluas dampaknya bagi masyarakat.  Program tersebut melibatkan berbagai pakar, akademisi, dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya untuk membekali peserta untuk menjadi teknopreneur yang handal.

Serangkaian program untuk mengasah kemampuam mahasiswa akan diberikan oleh para praktisi dan akademisi yang terkait antara lain:  Prof. Agus W. Suhadi; Prof. Roy Sembel; Prof. Endang Gumbira Sa’id; Prof.  Khaswar Syamsu; Dr. Aji Hermawan; Abdul Basith, MS; Andy Prajaputra, MSc; Ahmad Juwaini; Dr. Radite P.A. Setiawan; Dr. Desrial; Dr. Wawan Hermawan; Dr. Slamet Budijanto; Dr. Sapta Raharja; Dr. Budi Suharjo;  Bambang Siswaji, MBA; Dr. Elang Ilik Martawijaya; Dr. Ono Suparno; Parulian P. Aritonang, SH, LLM; Agus Sutejo, MSi; Yusliandie; Ir. Hayanis Said; Maulana, MBA; dan Ir. Nana Suryana.

Pelatihan i-STEP 2011 diikuti oleh 51 orang mahasiswa terpilih yang terdiri atas 37 laki-laki dan 14 perempuan.  Peserta berasal dari 15 perguruan tinggi, yakni Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Politeknik Pratama Mulia Surakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Haluoleo, Universitas Jember, Universitas Lakidende, Universitas Mataram, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Negeri Surabaya.

PELATIHAN GRATIS!!!

RAMP-IPB akan mengadakan Pelatihan Technopreneurship (Intensive-Student
Technopreneurship Program 2011 atau i-STEP 2011) yang merupakan salah satu program dari Student Technopreneurship Program. Program ini menawarkan peluang kepada 50 orang mahasiswa Indonesia untuk mengikuti pelatihan technopreneurship secara GRATIS selama dua minggu di Bogor, bahkan kami berikan pengganti biaya transportasi pulang-pergi, akomodasi (penginapan, makan, snack, dll.) selama training, serta seluruh materi training diberikan secara cuma-cuma. Pelatihan tersebut terbuka untuk mahasiswa dan lulusan baru (maksimum satu tahun) dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki minat untuk pengembangan invensi dan inovasi dan/atau technopreneurship serta memiliki ide atau solusi teknologi untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang air, energi, kesehatan, pertanian, atau keanekaragaman hayati.

Inti training adalah bagaimana menumbuhkan ide inovasi teknologi dan membawanya sampai menjadi suatu bisnis atau usaha yang bermanfaat bagi masyarakat, yang kami istilahkan sebagai “from idea to impact”. Materi yang akan diberikan adalah penilaian idea dan peluang usaha, mentransfer ide menjadi teknologi yang ‘proven’, memasarkan dan menjual inovasi, membuat business plan, membangun usaha, dan membiayai usaha berbasis inovasi teknologi.

Syarat:
- Mahasiswa (atau alumni yang baru lulus) dari universitas di Jawa, Bali, Sulawesi, dan
Nusa Tenggara.
- Memiliki ide inovasi teknologi yang bermanfat bagi masyarakat.
- Mengisi formulir proposal dan dokumen-dokumen pendukungnya yang dapat diperoleh di rektorat anda (luar IPB), departemen (IPB)  atau di-download di http://www.ramp-indonesia.org/index.php?option=com_content&task=view&id=131&Itemid=46
atau di ramp.ipb.ac.id.

- Mengirimkan formulir-formulir tersebut ke Sekretariat RAMP-IPB via pos atau fax ke:
Sekretariat RAMP-IPB:
Recognition and Mentoring Program- Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB)
Jl. Raya Pajajaran No. 1, Kampus IPB Baranangsiang, Pintu 3, Bogor 16144
Telepon : 0251-8317386, Fax : 0251-8317386, Website: www.ramp-indonesia.org; ramp.ipb.ac.id

atau dengan e-mail ke: lramp@ipb.ac.id atau rampipb@yahoo.com.

Batas akhir pengiriman proposal: 11 Juni 2011.

Proposal-proposal tersebut akan diseleksi oleh tim reviewer. Peserta yang terpilih akan berhak mengikuti pelatihan tersebut yang sepenuhnya dibiayai oleh RAMP-IPB.
Pengumuman yang lolos seleksi: 23 – 24 Juni 2011.
Pelaksanaan pelatihan: 11 – 26 Juli 2011.

Informasi lengkapnya dapat diperoleh di: http://www.ramp-indonesia.org.
atau tanyakan melalui e-mail ke: lramp@ipb.ac.id atau rampipb@yahoo.com.

Atas kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Salam,
Ono Suparno


Dr. Ono Suparno
Project Officer Student Technopreneurship Program
Recognition and Mentoring Program- Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB)
Jl. Raya Pajajaran No. 1, Kampus IPB Baranangsiang, Pintu 3, Bogor 16144
Telepon : 0251-8317386, Fax : 0251-8317386, Website: www.ramp-indonesia.org
E-mail: ono.suparno@ipb.ac.id, o_suparno@yahoo.co.uk
HP: 081380474975

Recognition and Mentoring Program-Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB), salah satu pelaksana RAMP Indonesia, untuk yang kelima kalinya menyelenggarakan Pelatihan “Intensive-Student Technopreneurship Program” (i-STEP).  Pelatihan yang dibuka oleh Rektor IPB, yang diwakili oleh Wakil Rektor bidang Bisnis dan Komunikasi, Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc pada tanggal 26 Juli 2010 di CICO Resort, Cimahpar, Bogor  tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mental technopreneurship bagi mahasiswa/lulusan baru; untuk meningkatkan keterampilan peserta mulai dari membangkitkan dan mengevaluasi ide, mengembangkan teknologi, mendirikan sebuah usaha baru, memasarkan dan mengelola pembiayaan dan keuangan; dan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa agar mereka memiliki kualifikasi untuk mengikuti Program Pre-mentoring atau Program Mentoring RAMP Indonesia.

Pelatihan tersebut akan berlangsung selama dua minggu dari 26 Juli sampai dengan 9 Agustus 2010.  Pelatihan tahun ini diikuti oleh 42 orang mahasiswa terpilih yang berasal dari perguruan-perguruan tinggi di Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi.  Peserta pelatihan tahun ini berasal dari 14 perguruan tinggi, yakni Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh November, Politeknik Manufaktur Astra Jakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Haluoleo, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Padjadjaran dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Dalam program tersebut mahasiswa akan diberikan pelatihan yang terstruktur dan mendalam untuk membantu peserta mulai dari membangkitkan dan memformulasikan ide-ide, mengembangkan teknologi menjadi produk, memproteksi hasil temuan, membentuk bisnis, memasarkan, mengelola pembiayaan dan keuangan, serta memperluas dampaknya bagi masyarakat atau pasar.  Program tersebut melibatkan berbagai pakar dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya untuk membekali para mahasiswa untuk menjadi teknopreneur Indonesia yang handal.   Pada acara pembukaan program tersebut, peserta langsung menggali pengalaman dari para teknopreneur yang telah sukses, seperti Dr. Slamet Budijanto (Kepala F-Technopark Fakultas Teknologi Pertanian/Fateta IPB); Eddy Permadi (Pendiri Cihanjuang Inti Teknik); dan M. Baedowy, SE (Majestic Buana Group); serta peraih Program Mentoring RAMP Indonesia, seperti Prof. Ari Purbayanto (Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan IPB) dan Niko Daniar Atmaja (Mahasiswa tingkat akhir Fateta IPB, alumni i-STEP 2008).

Selanjutnya berbagai rangkaian program untuk mengasah kemampuam mahasiswa akan diberikan oleh para teknopreneur dan akademisi yang terkait antara lain:  Prof. Agus W. Soehadi; Prof. Roy Sembel; Ir. Abdul Basith, MS; Dr. Radite P.A. Setiawan; Dr. Wawan Hermawan; Prof.Dr.E. Gumbira Sa’id; Prof.Dr. Khaswar Syamsu; Dr. Sapta Raharja; Dr. Budi Suhardjo;; Dr. Elang Ilik Martawijaya; Parulian P. Aritonang, SH, LLM; Ir. Susilo Sarwono; Ir. Hariono; Ir. Rina Sulistianing; Ir. Bambang Siswaji, MM; Dr. Aji Hermawan; Dr. Ono Suparno; Ir. Andy Pradjaputra, MSc dan Ir. Nana Suryana.

Contoh alumni i-STEP yang teknologinya telah berhasil dikembangkan adalah Niko Daniar Atmaja dan Pridana Nasution.  Niko adalah mahasiswa tingkat akhir Fateta IPB dan alumni i-STEP 2008.  Niko sedang mengembangkan alat perontok padi yang ringan dan mobile. Alat tersebut mampu mengurangi susut,  praktis, mobile, murah dan ekonomis. Pridana Nasution adalah alumni Jurusan Fisika Undip dan i-STEP 2007. Pridana mengembangkan inovasi teknologi berupa alat penghasil ozon untuk sterilisasi tambak ikan. Alat tersebut dapat memberikan manfaat bagi petani ikan di tambak dalam menghadapi isu akumulasi antibiotik pada produk perikanan sehingga tidak dapat diterima di pasar internasional. Inovasi tersebut juga memberikan manfaat sebagai pemasok oksigen pada tambak sehingga dapat meningkatkan produktivitas budidaya ikan tambak.