Greetings

Pasfoto Ono Suparno_btk3Dear All,

Welcome to my website. Thank you for your visit. Please feel free to browse around my site. If you have any comments or questions about this site, or simply need more information and want to contact me, please contact me by e-mail.

I am a lecturer/professor of process technology at the Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Engineering and Technology of Bogor Agricultural University (IPB) in Bogor, Indonesia.  Please contact me for a mutual research collaboration on my contact below.

Contact address:

Prof. Ono Suparno, S.TP., M.T., Ph.D.
Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Engineering and Technology,
Bogor Agricultural University (IPB)
Kampus IPB Darmaga, PO Box 220, Bogor 16002,
Indonesia
E-mail: ono.suparno[at]ipb.ac.id
Phone/fax: +62-0251-8621974
 

Semnas Pendidikan IPA VII (Science Edupreneurship)

Seminar Nasional Pendidikan IPA VII yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Maret 2016 berjalan dengan sukses dan lancar. Bertempat di aula utama Prof. Dr. Slamet Dajono, kegiatan yang merupakan agenda tahunan Jurusan IPA FMIPA Unesa ini melibatkan 130 peserta dan 30 pemakalah dengan berbagai latar belakang mulai dari peneliti, praktisi, dan mahasiswa. Pembukaan seminar diawali dengan tari tradisional dan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I, Prof. Dr. Madlazim, M.Si.

Melalui tema “Science Edupreneurship”, Semnas Pendidikan IPA kali ini ingin mengaktualisasikan konsep-konsep yang diajarkan di sekolah ataupun kampus agar mencapai ranah hilir sehingga terjangkau bagi pengguna dan bermanfaat ekonomi bagi yang mengembangkan. Untuk itu, tiga pembicara dengan konteks keahlian yang saling mendukung terhadap tema diundang, yaitu Prof. Ono Suparno, Ph.D., (ahli teknopreneurship) dari IPB, Prof. Dr. Sudarmin, M.Si. (ahli etnosains) dari Unnes, dan Dr. Wahono Widodo, M.Si. (ahli literasi sains) dari Unesa.

Di dalam paparannya, menurut Prof. Ono, seorang entrepreneur dituntut untuk memiliki sikap peka terhadap peluang, namun belum atau sedikit tersentuh untuk dikembangkan. Untuk bisnis-bisnis yang sudah biasa, misalnya bisnis makanan, pengembangan usaha dapat dilakukan dengan mengubah cara penjualan, kemasan makanan, dan cita rasa unik dari makanan tersebut. Ini yang menandakan bahwa calon entrepreneur sukses harus kreatif dan inovatif. Untuk abad 21, arah kreativitas ditujukan pada kemampuan menggunakan teknologi sebagai sarana atau bahkan bisnis itu sendiri. Kemampuan ini cukup berisiko bila calon entrepreneur tersebut tidak memiliki mental yang kuat dan pemecahan masalah yang strategis.

Jika ditinjau dari aspek budaya dan kearifan lokal, sikap kewirausahaan dapat dimunculkan dengan memanfaatkan kekayaan alam lokal yang unik dan berbeda dari daerah lain. Pengolahan sumber daya alam tersebut kemudian dikaitkan dengan cara-cara yang berbasis kultural (cultural based) misalnya dalam pengolahan ikan asap, masing-masing daerah memiliki cara dan strategi yang berbeda. “Untuk itu, pengetahuan terhadap kondisi tersebut dapat mulai dibangun dari pendidikan, dan ini pentingnya Model Pembelajaran Sains Berbasis Etnosains (MPSBE) untuk kewirausahaan”, ungkap Prof. Sudarmin.

Sejalan dengan dua pemikiran di atas, kemampuan lain yang relevan untuk calon pengusaha ialah kemampuan untuk membaca situasi hingga melahirkan suatu keputusan. Proses ini dikenal secara sederhana sebagai suatu literasi, sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Wahono. Di dalam sains, literasi diartikan sebagai kapasitas untuk menggunakan pengetahuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti agar dapat memahami dan membantu membuat keputusan tentang kehidupan dan interaksi manusia dengan alam. Pada perkuliahan, hal tersebut dapay diaplikasikan pada Pembelajaran Berbasis Riset (PBR). Pembelajaran ini menuntut mahasiswa untuk kreatif dalam mengaplikasikan konsep-konsep yang mereka pelajari di dalam penelitian. Penelitian ini akhirnya menjadi produk (seperti media pembelajaran, makanan fermentasi, dan pengawetan makanan) yang apabila dikembangkan dapat juga menjadi produk usaha. Di Jurusan IPA sendiri, pemakaian PBR sudah dimunculkan pada mata kuliah Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat (salingtemas).

Berdasarkan semua paparan di atas, trigger terhadap sikap wirausaha dapat dibangun melalui pendidikan di universitas dengan memberikan fasilitas kepada mahasiswa untuk mengaktualisasikan pemikirannya akan konsep-konsep IPA yang mereka pelajari sehingga menjadi produk yang siap pakai. Ini merupakan bentuk science edupreneurship yang komprehensif.

Sumber: http://fmipa.unesa.ac.id/sains/2016/03/30/semnas-pendidikan-ipa-vii-science-edupreneurship/

Fakultas Teknologi Pertanian IPB dan Sugar Group Companies (SGC), Lampung Melakukan Kolaborasi dan Kajian Pendirian Program Diploma 4 Industri Gula

Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan upaya bekerjasama dengan Sugar Group Companies (SGC), Lampung untuk mendirikan Program Diploma 4 (D-4) yang akan berafiliasi di Direktorat Diploma IPB. Dalam rangka penjajagan untuk pengembangan program tersebut, Tim Kerjasama Pengembangan Pendidikan Program D-4 Fateta IPB dan SGC, Lampung yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc. (Dekan Fateta) berkunjung ke SGC, Lampung pada 18-19 Februari 2016.

Pada kunjungan ke SGC sebagai penghasil gula pasir bermerk Gulaku tersebut, tim Fateta IPB diperkenalkan dengan para personalia SGC, berkunjung ke fasilitas-fasilitas pendidikan, perkebunan tebu, dan pabrik gula. Saat ini, SGC memiliki sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sekolah serta lembaga pendidikan vokasi, yakni politeknik (D-3) dan sekolah menengah kejuruan dengan fasilitas pendidikan dan praktikum yang memadai. Pendidikan di SGC diperuntukan bagi putra-putri karyawan SGC dan lulusannya diharapkan dapat bekerja secara profesional di SGC.

Secara garis besar Fateta IPB dan SGC melihat peluang potensial pengembangan Program Diploma 4 (D-4) teknologi gula dari mulai hulu (on farm) sampai hilir (off farm). Program D-4 tersebut didirikan terutama untuk membekali para peserta didik yang berasal dari putra-putri karyawan SGC, sehingga mampu bekerja di SGC dan mengembangkan SGC untuk lebih kompetitif secara berkelanjutan.

Mahasiswa Fateta IPB Menjadi Juara Umum The 2nd AUCFA Student Seminar And Competition

Dekan, wakil dekan, ketua departemen di lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Sam Herodian sebagai salah satu pendiri ASEAN Universities Consortium on Food and Agro-based Engineering and Technology Education (AUCFA), dan 26 mahasiswa Fateta IPB menghadiri The 4th AUCFA Conference and Workshop and The 2nd AUCFA Student Seminar and Competition. Kegiatan yang diikuti oleh negara-negara ASEAN yang tergabung dalam AUCFA tersebut diselenggarakan di Kasetsart University, Bangkok, Thailand pada 4-5 Februari 2016.

Selain konferensi, workshop, dan student competition, pada acara tersebut, dilakukan juga diskusi mengenai berbagai aktivitas AUCFA dalam student and staff mobility, curriculum development and harmonization, research and extension, dan scientific communication. Aktivitas-aktivitas tersebut dilakukan untuk meningkatkan kerjasama akademik internasional.

Sebanyak 26 mahasiswa Fateta IPB yang terdiri atas sembilan tim mewakili Fateta IPB pada acara tersebut. Mereka mempresentasikan hasil-hasil inovasi produk berbasis beras yang mampu bersaing di pasar global dalam bentuk presentasi, video, dan poster. Keikutsertaan mahasiswa tersebut diharapkan dapat meraih prestasi dan meningkatkan kemampuan soft skills mahasiswa.

Pada The 2nd AUCFA Student Seminar and Competition yang diikuti oleh 20 tim yang berasal dari berbagai negara anggota AUCFA tersebut, mahasiswa Fateta IPB berhasil menjadi juara umum. Mahasiswa Fateta IPB menjadi juara di lima kategori dari tujuh kategori yang dilombakan, yakni First prize (Aldrian Kuswadi dan Eric Prasetya), runner-up (Andriyana, Diang Sagita, Chandra Gupta), best commercialization (Saiful Pratama, Galuh Ayu C.K., Monika Emeralda R.), best innovative ide (Muhammad A. Mujahid, Cynthia Andrian, Sylvia Indrian), dan best technology deployment (Alfandias S. Putra, Anggakasi Saini, Galang G. Ramadhan).

Seminar dan Lokakarya Kewirausahaan Bidang Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Seminar dan Lokakarya Kewirausahaan Bidang Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) diselenggarakan pada hari Sabtu dan Minggu, 19 dan 20 Desember 2015 di Auditorium Kantor Pusat, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Semiloka yang bertema “Menggiatkan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing dan Kualitas Lulusan” tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMP, Ir. Aman Suyadi, M.P.

Semiloka tersebut bertujuan untuk (1) membentuk paradigma kewirausahaan kepada mahasiswa, khususnya kewirausahaan pertanian, (2) menghimpun ide-ide mahasiswa mengenai kewirausahaan di bidang pertanian, (3) meningkatkan wawasan dan pengetahuan akan keilmuan mahasiswa tentang kewirausahan bidang pertanian, (4) meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang kewirausahan di lingkungan kampus, (5) mempererat hubungan komunikasi antarmahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Se Jawa Tengah dan DIY. Selain itu, semiloka tersebut dilakukan untuk mempersiapkan diri menjadi entrepreneur pertanian.

Acara semiloka tersebut diikuti oleh 110 peserta dari beberapa perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Perwakilan-perwakilan mahasiswa yang hadir adalah dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Universitas Mercu Buana Yogyakarya (UMBY), dan Universitas Muhadi Setiabudi (UNMUS) Brebes.

Pada seminar tersebut, Prof. Dr. Ono Suparno dari RAMP-IPB menyampaikan makalah berjudul “Pengembangan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi”. Materi yang disampaikan diantaranya adalah jumlah pengusaha di Indonesia perlu ditingkatkan dan kewirausahaan di bidang pertanian di Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan mengingat sumberdaya alam hayati Indonesia sangat kaya dan pertanian merupakan sektor yang menyediakan kebutuhan pokok manusia. Disampaikan juga mengenai konsep technopreneurship, inovasi, kendala dan solusi wirausahan di biang pertanian, bagaimnana mendirikan perusahaan startup, business model canvas, dan customer development. Selain itu, didiskusikan juga program-program technopreneurship yang diselenggarakan oleh RAMP-IPB, yakni technopreneurship training (Pelatihan Technopreneurship untuk Dosen/Mentor dan Ideation Program), Prototyping, Mentoring, Curriculum Development, dan Research, serta tahapan keikutsertaan pada Technopreneruship Training bagi perguruan tinggi.

Tahapan keikutsertaan Technopreneruship Training bagi perguruan tinggi adalah Pelatihan untuk Dosen (sebagai mentor) dengan mengirimkan surat pernyataan minat dari dosen calon mentor lokal dan mengikuti Pelatihan Technopreneurship untuk Dosen/Mentor Lokal. Mahasiswa yang dosennya telah mendapatkan pelatihan tersebut dapat mengikuti Ideation Program dengan cara melakukan registrasi, mempelajari materi pelatihan, mengerjakan penugasan, mengunggah projek, dan merespon komentar dari mentor. Pada bagian akhir program para peserta akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan dan peserta yang idenya potensial menjadi suatu bisnis yang nyata akan diikutsertakan dalam idea pitching dan yang terbaik akan mendapatkan award.

 

Pengumuman Penerima Beasiswa PMDSU Batch II Gelombang 1

Pengumuman penerima beasiswa PMDSU Batch II Gelombang 1 dapat dilihat di Website Ditjen Dikti Kemristekdikti. Daftar pelamar yang lolos seleksi dapat di-download di sini.

Selamat kepada yang diterima, semoga studi Anda sukses. Bagi yang belum lolos, mungkin belum cocok, silahkan dicoba lagi di batch dan gelombang berikutnya.

 

Call for applicants: Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU)

Ditjen Dikti Kemristekdikti RI membuka Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang merupakan beasiswa bagi sarjana baru dengan IPK minimal 3.50 yang lolos seleksi untuk melanjutkan studi magister selama satu tahun dan langsung studi doktor selama tiga tahun. Dengan demikian, gelar doktor akan diperoleh dalam waktu empat tahun jika prestasi akademiknya memenuhi syarat minimal. Informasi lengkap dapat dilihat di website Dikti. Lulusan program tersebut diharapkan menjadi dosen.

Fasilitas yang akan diterima dari Dikti adalah biaya registrasi dan SPP selama kuliah, biaya hidup dan buku, dan biaya  penelitian.

Pada tahun ini, saya adalah salah satu dosen IPB yang mendapat amanah sebagai dosen pembimbing utama (promotor) dalam program tersebut. Saya diberi kesempatan untuk menerima tiga sarjana dari  program-program studi yang relevan untuk mengikuti program tersebut di Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Sekolah Pascasarjana, IPB.  Bagi yang berminat, silakan kirim surat lamaran untuk mengikuti PMDSU dan biodata Anda melalui e-mail ke ono.suparno[at]gmail.com dan mendaftar secara online di http://beasiswa.dikti.go.id/pmdsu. Waktu pendaftaran adalah 18 Mei – 18 Juni 2015.

Informasi lengkap mengenai PMDSU 2015 dapat dilihat pada leaftet yang dapat dibaca dan di-download di sini.

Seminar Nasional Kulit, Karet dan Plastik Ke-3

Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP) menyelenggarakan Seminar Nasional Kulit, Karet dan Plastik ke-3 pada hari Rabu, tanggal 29 Oktober 2014. Seminar yang bertemakan “Penelitian dan Pengembangan Kulit, Karet dan Plastik dalam Mendukung Hilirisasi Industri” ini dihadiri oleh sekitar 100 orang yang berasal dari lembaga litbang, instansi Pemerintah dan swasta, Perguruan Tinggi, serta Industri kulit, karet dan plastik.

Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP) selaku instansi teknis di lingkungan Kementerian Perindustrian mempunyai tugas pokok dan fungsi antara lain melaksanakan kegiatan penelitian bidang kulit, karet dan plastik dan melaksanakan diseminasi hasil litbang tersebut. Hasil penelitian kulit, karet dan plastik dari BBKKP ini perlu dikomunikasikan diantara para peneliti, praktisi dan pemerhati yang berada di Lembaga Litbang, Institusi, Perguruan Tinggi dan Industri sehingga dimungkinkan terjadi jalinan kerjasama dalam menerapkan hasil litbang tersebut. BBKKP melaksanakan diseminasi hasil-hasil litbang secara rutin setiap tahun, dalam berbagai bentuk kegiatan (seminar, workshop, pelatihan/alih teknologi, dll). Seminar dapat juga menjadi wahana yang tepat bagi para peneliti, praktisi, pemerhati, Perguruan Tinggi dan pelaku industri dalam rangka mengembangkan pemikiran kegiatan penelitian di sektor hilir agar mampu memperkuat daya saing industri kulit, karet dan plastik.

Dalam seminar ini dibahas sebanyak 24 makalah ilmiah yang terkait dengan komoditi kulit, karet dan plastik. Cakupan teknologi yang dibahas meliputi teknologi proses produksi (hulu s.d hilir), penanggulangan pencemaran limbah, dan plastik ramah lingkungan. Para pemakalah yang berpartisipasi dalam acara seminar ini berasal dari institusi litbang (Balai Besar dan Baristand Industri), perguruan tinggi (IPB, UGM, BATAN, ATK, dan Universitas Jambi)

Tujuan dari Seminar Nasional Kulit, Karet dan Plastik ke-3 adalah untuk mengkomunikasikan hasil litbang bidang kulit, karet dan plastik kepada para peneliti, praktisi dan pengguna. Kesempatan ini dapat digunakan sebagai forum saling tukar menukar informasi, ide kreatif dan inovatif dalam rangka pengembangan potensi para peneliti serta meningkatkan jejaring kerjasama antar institusi, lembaga litbang, perguruan tinggi dan industri, sehingga akan terjalin komunikasi ilmiah yang efektif dan efisien. Seminar dibuka secara resmi oleh Bapak Ir. Aryanto Sagala, Kepala Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri, Kementerian Perindustrian RI, dilanjutkan dengan sambutan selamat datang oleh Kepala Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik, Bapak Ramelan Subagyo, M.Eng.Sc.

Acara presentasi oleh keynote speaker, disampaikan oleh narasumber: Prof. Dr. Ono Suparno, S.T.P., M.T. (IPB), Ir. Alva Edy Tontowi M.Sc., Ph.D. (UGM), dan Prof. Samin Prihatin (Pusat Sains dan Teknologi Akselerator, Batan).

Sebagai rangkaian dari acara seminar, juga diadakan pameran hasil litbang BBKKP serta poster hasil litbang dari peneliti di dalam dan di luar BBKKP. Dalam pameran tersebut, peserta dapat menyaksikan serta mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk-produk yang merupakan hasil riset peneliti dan perekayasaan BBKKP. Acara seminar masih dilanjutkan dengan presentasi hasil litbang sebanyak 3 sesi, dan juga sesi diskusi.

Seminar ditutup dengan pembacaan resume oleh Kepala Bidang Pengembangan Jasa Teknik, Ir. V. Sri Pertiwi Rumiyati, MP. Makalah yang telah disampaikan dalam acara seminar, baik dalam presentasi lisan maupun presentasi poster akan dimuat dalam prosiding seminar.

Sumber: http://www.bbkkp.go.id/konten.php?konten=berita&idn=99

‘Technopreneurship’ Solusi Atasi Pengangguran Intelektual

Sabtu, 26 April 2014, 05:05 WIB

zonaberita.com

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG — “Technopreneurship” merupakan salah satu strategi terobosan baru untuk menyiasati masalah pengangguran di kalangan kaum intelektual.

Prof Dr Ono Suparno, STP, MT dari Institut Pertanian Bogor memukakan hal itu dalam Seminar Technopreneurship yang digelar Himpunan Mahasiswa Manajemen (Hima-Ma) Institus Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, di Bandarlampung, Jumat (26/4).

Dia menyatakan, dengan menjadi seorang usahawan terdidik, generasi muda, khususnya mahasiswa akan berperan sebagai salah satu motor penggerak perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja baru.

“Saat ini pengangguran tak lagi identik dengan masyarakat tak berpendidikan. Jutaan sarjana masih menganggur, tentunya ini menjadi permasalahan yang harus ditemukan solusinya. Pada era perkembangan teknologi saat ini, seharusnya bisa mendorong kita untuk menciptakan inovasi dan penemuan baru yang memiliki nilai ekonomi,” katanya lagi.

Menurut dosen di Fakultas Teknik Pertanian IPB ini, pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi bisa berdampak positif untuk masyarakat banyak.

Karena itu, solusi teknologi dan pengembangan usaha sangat diperlukan untuk menjawab persoalan masyarakat miskin dan pengangguran di Indonesia yang jumlahnya masih tinggi, ujarnya.

“Teknologi merupakan aspek kebutuhan manusia yang terus berkembang. Pemanfaatan teknologi mutakhir tepat guna dalam pengembangan usaha yang berdasarkan pada jiwa entrepreneur yang mapan akan dapat mengoptimalkan proses sekaligus hasil dari unit usaha yang dikembangkan,” ujar Ono pula.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Pemasaran IBI Darmajaya, Muprihan Thaib, SSos, MM, mewakili Wakil Rektor III, Novita Sari, SSos, MM, berharap seminar technopreneurship bisa memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai kolaborasi teknologi dan entrepreneur.

Lebih dari itu, ia berharap mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan mengenai technopreneurship dalam kehidupan nyata, karena dengan menjadi seorang usahawan terdidik, generasi muda khususnya mahasiswa akan berperan sebagai salah satu motor penggerak perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja baru.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/14/04/26/n4lngo-technopreneurship-solusi-atasi-pengangguran-intelektual

Pelatihan Peningkatan Kualitas Substansi Karya Tulis Ilmiah di BBKKP

17 Apr 2014 – Dini Noor, Hidayah, S.IP.

Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP) menyelenggarakan Pelatihan internal Peningkatan Kualitas Substansi Karya Tulis Ilmiah, bertempat di Ruang Karet BBKKP pada tanggal 14 s.d 15 April 2014. Pelatihan diikuti sekitar 40 orang peserta, yang terdiri dari peneliti dan perekayasa serta calon peneliti di BBKKP, dengan menghadirkan narasumber Prof.Dr. Ono Suparno, STP., MT (Dosen Dep.Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB). Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas substansi Karya Tulis Ilmiah dari peneliti dan perekayasa BBKKP.

Kegiatan pelatihan dibuka dengan sambutan dan pengarahan dari Kepala BBKKP, Bapak Ramelan Subagyo, M.Eng.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya meningkatkan kualitas hasil karya tulis ilmiah peneliti, mengingat bahwa penelitian dan pengembangan merupakan salah satu tupoksi BBKKP, serta untuk mendukung proses akreditasi jurnal kulit, karet dan plastik di BBKKP.

Materi yang disampaikan meliputi kaidah penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dimulai dari pemilihan jurnal, penjelasan mengenai kode etik dan etika penulisan, pemilihan judul serta penyusunan abstrak. Dalam tahapan penulisan KTI, bab pendahuluan merupakan bagian yang akan dibaca pertama kalinya oleh reviewer, namun sebaiknya disusun setelah peneliti menulis pembahasan dan kesimpulan. Bab pendahuluan berfungsi membantu mengorientasi pembaca agar dapat mengikuti jalan pemikiran, eksperimen dan kesimpulan penulis. Dengan demikian, pembaca dapat memperoleh informasi yang penting dan singkat terkait suatu penelitian, dan tertarik untuk membaca lebih lanjut. Dalam penulisan daftar pustaka, Prof.Dr. Ono Suparno, STP., MT menekankan pentingnya mencantumkan acuan dalam penelitian yang memenuhi kriteria : primer, mutakhir, dan relevan, untuk menghindari penjiplakan.

Untuk mempraktekkan teori yang telah didapat, dilaksanakan praktek swa-sunting dari hasil KTI peneliti BBKKP oleh peserta pelatihan secara berkelompok. Pelatihan ditutup oleh Kabid SARS, Ir. Syakir Hasyimi, M.Si, yang menyampaikan harapannya semoga pelatihan tersebut dapat memperkaya pengetahuan mengenai bagaimana cara menulis yang baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas penulisan karya tulis ilmiah hingga ke tingkat jurnal internasional.

Sumber: http://www.bbkkp.go.id/konten.php?konten=berita&idn=79&nohal=3

Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Nasional oleh Dikti

Universitas Madura memperoleh kesempatan yang sangat berharga dari dikti (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi) untuk mendapatkan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Nasional. Acara ini diselenggarakan mulai tanggal 3 – 5 Desember 2013, di Hotel New Ramayana Pamekasan. Pelatihan ini diikuti oleh 50 dosen dari seluruh prodi / fakultas di Universitas Madura. Acara ini dibuka oleh perwakilan dari DIKTI yaitu Bapak Prof. Agus Subekti, M.Sc.,Ph.D, dan Rektor Unira Bapak Drs. Abd. Roziq, M.Hum. Acara ini juga dihadiri oleh ketua yayasan, Bapak Drs.H. Amiril, M.Si dan seluruh jajaran pejabat di Universitas Madura. Adapun tujuan dan manfaat dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan peserta agar dapat menulis dan mempublikasikan hasil – hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berupa artikel yang berkualitas baik.

Pelatihan yang dibiayai oleh Dit. Litabmas, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2013, menghadirkan 10 pembicara, yaitu Prof. Dr. Mien A. Rifai sebagai ketua pembicara, Dr. Latief Wiyata, Agus Subekti, Ir. Agustin W. Gunawan, MS, Dr. Wahyu Wibowo, Juni Sumarmono, Ph.D, Dr. Is Fatimah, Prof. Dr. Ono Suparno, Dr. Nunuk Nuswardani dan Amsar.

Selama pelaksanaan pelatihan, seluruh peserta terlihat sangat antusias, karena materi yang diberikan oleh narasumber benar – benar dibutuhkan bagi dosen sebagai penunjang akademik dosen dibidang penelitian dan publikasi ilmiah. Menurut salah satu peserta, Bapak A. Yudi heryadi, dosen pertanian, Unira, pelatihan ini sangat berguna bagi dosen dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi dibidang penelitian sehingga dosen dapat lebih memperluas jangkauan publikasi ilmiah ke jurnal – jurnal terakreditasi baik nasional maupun internasional.

Diakhir acara, Rektor Unira menutup dengan ucapan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada seluruh narasumber utusan Dikti. Rektor meminta kepada seluruh peserta agar menularkan pengetahuan yang didapat kepada dosen – dosen yang lainnya. Rektor juga berharap akan ada keberlanjutan acara sejenis diwaktu yang akan datang. Acara diakhiri dengan foto bersama antara rektor, perwakilan Dikti dan seluruh peserta.

Be Sociable, Share!

Sumber: http://unira.ac.id/?p=1080

Calendar
May 2016
S M T W T F S
« Mar    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Statistics
Visits today: ; Total visits: ; Visitors online: ; Top browser: Page: Home