Greetings

Suparno - 2004_1Dear All,

Welcome to my website. Thank you for your visit. Please feel free to browse around my site. If you have any comments or questions about this site, or simply need more information and want to contact me, please contact me by e-mail.

I am a lecturer/professor of process technology at the Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Engineering and Technology of Bogor Agricultural University (IPB) in Bogor, Indonesia.  Please contact me for a mutual research collaboration on my contact below.

Contact address:

Prof. Ono Suparno, S.TP., M.T., Ph.D.
Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Engineering and Technology,
Bogor Agricultural University (IPB)
Kampus IPB Darmaga, PO Box 220, Bogor 16002,
Indonesia
E-mail: ono.suparno[at]ipb.ac.id
Phone/fax: +62-0251-8621974
 

Seminar Nasional Kulit, Karet dan Plastik Ke-3

Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP) menyelenggarakan Seminar Nasional Kulit, Karet dan Plastik ke-3 pada hari Rabu, tanggal 29 Oktober 2014. Seminar yang bertemakan “Penelitian dan Pengembangan Kulit, Karet dan Plastik dalam Mendukung Hilirisasi Industri” ini dihadiri oleh sekitar 100 orang yang berasal dari lembaga litbang, instansi Pemerintah dan swasta, Perguruan Tinggi, serta Industri kulit, karet dan plastik.

Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP) selaku instansi teknis di lingkungan Kementerian Perindustrian mempunyai tugas pokok dan fungsi antara lain melaksanakan kegiatan penelitian bidang kulit, karet dan plastik dan melaksanakan diseminasi hasil litbang tersebut. Hasil penelitian kulit, karet dan plastik dari BBKKP ini perlu dikomunikasikan diantara para peneliti, praktisi dan pemerhati yang berada di Lembaga Litbang, Institusi, Perguruan Tinggi dan Industri sehingga dimungkinkan terjadi jalinan kerjasama dalam menerapkan hasil litbang tersebut. BBKKP melaksanakan diseminasi hasil-hasil litbang secara rutin setiap tahun, dalam berbagai bentuk kegiatan (seminar, workshop, pelatihan/alih teknologi, dll). Seminar dapat juga menjadi wahana yang tepat bagi para peneliti, praktisi, pemerhati, Perguruan Tinggi dan pelaku industri dalam rangka mengembangkan pemikiran kegiatan penelitian di sektor hilir agar mampu memperkuat daya saing industri kulit, karet dan plastik.

Dalam seminar ini dibahas sebanyak 24 makalah ilmiah yang terkait dengan komoditi kulit, karet dan plastik. Cakupan teknologi yang dibahas meliputi teknologi proses produksi (hulu s.d hilir), penanggulangan pencemaran limbah, dan plastik ramah lingkungan. Para pemakalah yang berpartisipasi dalam acara seminar ini berasal dari institusi litbang (Balai Besar dan Baristand Industri), perguruan tinggi (IPB, UGM, BATAN, ATK, dan Universitas Jambi)

Tujuan dari Seminar Nasional Kulit, Karet dan Plastik ke-3 adalah untuk mengkomunikasikan hasil litbang bidang kulit, karet dan plastik kepada para peneliti, praktisi dan pengguna. Kesempatan ini dapat digunakan sebagai forum saling tukar menukar informasi, ide kreatif dan inovatif dalam rangka pengembangan potensi para peneliti serta meningkatkan jejaring kerjasama antar institusi, lembaga litbang, perguruan tinggi dan industri, sehingga akan terjalin komunikasi ilmiah yang efektif dan efisien. Seminar dibuka secara resmi oleh Bapak Ir. Aryanto Sagala, Kepala Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri, Kementerian Perindustrian RI, dilanjutkan dengan sambutan selamat datang oleh Kepala Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik, Bapak Ramelan Subagyo, M.Eng.Sc.

Acara presentasi oleh keynote speaker, disampaikan oleh narasumber: Prof. Dr. Ono Suparno, S.T.P., M.T. (IPB), Ir. Alva Edy Tontowi M.Sc., Ph.D. (UGM), dan Prof. Samin Prihatin (Pusat Sains dan Teknologi Akselerator, Batan).

Sebagai rangkaian dari acara seminar, juga diadakan pameran hasil litbang BBKKP serta poster hasil litbang dari peneliti di dalam dan di luar BBKKP. Dalam pameran tersebut, peserta dapat menyaksikan serta mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk-produk yang merupakan hasil riset peneliti dan perekayasaan BBKKP. Acara seminar masih dilanjutkan dengan presentasi hasil litbang sebanyak 3 sesi, dan juga sesi diskusi.

Seminar ditutup dengan pembacaan resume oleh Kepala Bidang Pengembangan Jasa Teknik, Ir. V. Sri Pertiwi Rumiyati, MP. Makalah yang telah disampaikan dalam acara seminar, baik dalam presentasi lisan maupun presentasi poster akan dimuat dalam prosiding seminar.

Sumber: http://www.bbkkp.go.id/konten.php?konten=berita&idn=99

‘Technopreneurship’ Solusi Atasi Pengangguran Intelektual

Sabtu, 26 April 2014, 05:05 WIB

zonaberita.com

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG — “Technopreneurship” merupakan salah satu strategi terobosan baru untuk menyiasati masalah pengangguran di kalangan kaum intelektual.

Prof Dr Ono Suparno, STP, MT dari Institut Pertanian Bogor memukakan hal itu dalam Seminar Technopreneurship yang digelar Himpunan Mahasiswa Manajemen (Hima-Ma) Institus Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, di Bandarlampung, Jumat (26/4).

Dia menyatakan, dengan menjadi seorang usahawan terdidik, generasi muda, khususnya mahasiswa akan berperan sebagai salah satu motor penggerak perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja baru.

“Saat ini pengangguran tak lagi identik dengan masyarakat tak berpendidikan. Jutaan sarjana masih menganggur, tentunya ini menjadi permasalahan yang harus ditemukan solusinya. Pada era perkembangan teknologi saat ini, seharusnya bisa mendorong kita untuk menciptakan inovasi dan penemuan baru yang memiliki nilai ekonomi,” katanya lagi.

Menurut dosen di Fakultas Teknik Pertanian IPB ini, pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi bisa berdampak positif untuk masyarakat banyak.

Karena itu, solusi teknologi dan pengembangan usaha sangat diperlukan untuk menjawab persoalan masyarakat miskin dan pengangguran di Indonesia yang jumlahnya masih tinggi, ujarnya.

“Teknologi merupakan aspek kebutuhan manusia yang terus berkembang. Pemanfaatan teknologi mutakhir tepat guna dalam pengembangan usaha yang berdasarkan pada jiwa entrepreneur yang mapan akan dapat mengoptimalkan proses sekaligus hasil dari unit usaha yang dikembangkan,” ujar Ono pula.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Pemasaran IBI Darmajaya, Muprihan Thaib, SSos, MM, mewakili Wakil Rektor III, Novita Sari, SSos, MM, berharap seminar technopreneurship bisa memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai kolaborasi teknologi dan entrepreneur.

Lebih dari itu, ia berharap mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan mengenai technopreneurship dalam kehidupan nyata, karena dengan menjadi seorang usahawan terdidik, generasi muda khususnya mahasiswa akan berperan sebagai salah satu motor penggerak perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja baru.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/14/04/26/n4lngo-technopreneurship-solusi-atasi-pengangguran-intelektual

Pelatihan Peningkatan Kualitas Substansi Karya Tulis Ilmiah di BBKKP

17 Apr 2014 – Dini Noor, Hidayah, S.IP.

Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP) menyelenggarakan Pelatihan internal Peningkatan Kualitas Substansi Karya Tulis Ilmiah, bertempat di Ruang Karet BBKKP pada tanggal 14 s.d 15 April 2014. Pelatihan diikuti sekitar 40 orang peserta, yang terdiri dari peneliti dan perekayasa serta calon peneliti di BBKKP, dengan menghadirkan narasumber Prof.Dr. Ono Suparno, STP., MT (Dosen Dep.Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB). Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas substansi Karya Tulis Ilmiah dari peneliti dan perekayasa BBKKP.

Kegiatan pelatihan dibuka dengan sambutan dan pengarahan dari Kepala BBKKP, Bapak Ramelan Subagyo, M.Eng.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya meningkatkan kualitas hasil karya tulis ilmiah peneliti, mengingat bahwa penelitian dan pengembangan merupakan salah satu tupoksi BBKKP, serta untuk mendukung proses akreditasi jurnal kulit, karet dan plastik di BBKKP.

Materi yang disampaikan meliputi kaidah penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dimulai dari pemilihan jurnal, penjelasan mengenai kode etik dan etika penulisan, pemilihan judul serta penyusunan abstrak. Dalam tahapan penulisan KTI, bab pendahuluan merupakan bagian yang akan dibaca pertama kalinya oleh reviewer, namun sebaiknya disusun setelah peneliti menulis pembahasan dan kesimpulan. Bab pendahuluan berfungsi membantu mengorientasi pembaca agar dapat mengikuti jalan pemikiran, eksperimen dan kesimpulan penulis. Dengan demikian, pembaca dapat memperoleh informasi yang penting dan singkat terkait suatu penelitian, dan tertarik untuk membaca lebih lanjut. Dalam penulisan daftar pustaka, Prof.Dr. Ono Suparno, STP., MT menekankan pentingnya mencantumkan acuan dalam penelitian yang memenuhi kriteria : primer, mutakhir, dan relevan, untuk menghindari penjiplakan.

Untuk mempraktekkan teori yang telah didapat, dilaksanakan praktek swa-sunting dari hasil KTI peneliti BBKKP oleh peserta pelatihan secara berkelompok. Pelatihan ditutup oleh Kabid SARS, Ir. Syakir Hasyimi, M.Si, yang menyampaikan harapannya semoga pelatihan tersebut dapat memperkaya pengetahuan mengenai bagaimana cara menulis yang baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas penulisan karya tulis ilmiah hingga ke tingkat jurnal internasional.

Sumber: http://www.bbkkp.go.id/konten.php?konten=berita&idn=79&nohal=3

Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Nasional oleh Dikti

Universitas Madura memperoleh kesempatan yang sangat berharga dari dikti (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi) untuk mendapatkan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Nasional. Acara ini diselenggarakan mulai tanggal 3 – 5 Desember 2013, di Hotel New Ramayana Pamekasan. Pelatihan ini diikuti oleh 50 dosen dari seluruh prodi / fakultas di Universitas Madura. Acara ini dibuka oleh perwakilan dari DIKTI yaitu Bapak Prof. Agus Subekti, M.Sc.,Ph.D, dan Rektor Unira Bapak Drs. Abd. Roziq, M.Hum. Acara ini juga dihadiri oleh ketua yayasan, Bapak Drs.H. Amiril, M.Si dan seluruh jajaran pejabat di Universitas Madura. Adapun tujuan dan manfaat dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan peserta agar dapat menulis dan mempublikasikan hasil – hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berupa artikel yang berkualitas baik.

Pelatihan yang dibiayai oleh Dit. Litabmas, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2013, menghadirkan 10 pembicara, yaitu Prof. Dr. Mien A. Rifai sebagai ketua pembicara, Dr. Latief Wiyata, Agus Subekti, Ir. Agustin W. Gunawan, MS, Dr. Wahyu Wibowo, Juni Sumarmono, Ph.D, Dr. Is Fatimah, Prof. Dr. Ono Suparno, Dr. Nunuk Nuswardani dan Amsar.

Selama pelaksanaan pelatihan, seluruh peserta terlihat sangat antusias, karena materi yang diberikan oleh narasumber benar – benar dibutuhkan bagi dosen sebagai penunjang akademik dosen dibidang penelitian dan publikasi ilmiah. Menurut salah satu peserta, Bapak A. Yudi heryadi, dosen pertanian, Unira, pelatihan ini sangat berguna bagi dosen dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi dibidang penelitian sehingga dosen dapat lebih memperluas jangkauan publikasi ilmiah ke jurnal – jurnal terakreditasi baik nasional maupun internasional.

Diakhir acara, Rektor Unira menutup dengan ucapan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada seluruh narasumber utusan Dikti. Rektor meminta kepada seluruh peserta agar menularkan pengetahuan yang didapat kepada dosen – dosen yang lainnya. Rektor juga berharap akan ada keberlanjutan acara sejenis diwaktu yang akan datang. Acara diakhiri dengan foto bersama antara rektor, perwakilan Dikti dan seluruh peserta.

Be Sociable, Share!

Sumber: http://unira.ac.id/?p=1080

Untan Sukses Gelar One Day Tecnopreunership Workshop (One-Step) Ramp IPB

REP | 24 December 2012 | 22:08
Kemajuan teknologi dewasa ini menuntut masyarakat untuk berpikir kreatif sehingga masyarakat dapat memberikan kontribusi yang luas dalam pengembangan teknologi tepat guna dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada.

Recognition and Mentoring Program (RAMP) Indonesia yang dilaksanakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah program inkubasi bagi pengembangan inovasi teknologi di bidang air, energi, kesehatan dan pertanian (WEHAB – water, energy, health dan agriculture). RAMP IPB dilaksanakan sebagai wujud penghargaan dan pengakuan bagi para inovator dan inventor di Indonesia, baik dari kalangan mahasiswa/dosen/peneliti maupun Grassroots Inovator (GRI).

Sasaran jangka panjang RAMP Indonesia adalah pengentasan kemiskinan melalui peningkatan dan pengembangan aplikasi teknologi yang efisien dan efektif, penciptaan lingkungan kondusif bagi tumbuhnya invensi dan inovasi, serta mengisi kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan teknologi di masyarakat.

Untuk lebih memperkenalkan Program RAMP IPB kepada seluruh kalangan masyarakat Indonesia, terutama bagi calon innovator atau inventor baik dari kalangan akar rumput terutama mahasiswa, RAMP IPB membangun kemitraan dengan melalui kegiatan One Day Technopreunership workshop (ONE-STEP) di beberapa perguruan tinggi. Pada tahun ini RAMP IPB telah bekerjasa dengan beberapa universitas-universitas di Indonesia dengan mengadakan Workshop di termasuk di Universitas Tanjungpura.

Dengan bekerjasama dengan RAMP IPB dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UNTAN) Universitas Tanjungpura juga didukung Program Studi Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura kegiatan One Day Technopreunership Workshop (ONE-STEP) ini digelar pada tanggal 22- Desember 2012 di Hotel Merpati Pontianak, kegiatan ini di ikuti kurang lebih 150 peserta dari berbagai univeritas di Kota Pontianak, seperti Universitas Tanjungpura, Politeknik Negeri Pontianak, Universitas Muhammadiyah Pontianak dan Univeritas Panca Bhakti.
Kegiatan ini di buka langsung oleh Pembantu Rektor III Bagian Kemahasiswaan, Ir. Waskitha, MM dengan mengambil tema “ Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna dalam Mengatasi Krisis Air Bersih pada Masyarakat Pedesaan”. Acara di isi dengan pengenalan techonopreunership dan program-program ramp ipb oleh Dr Ono Suparno, S.TP, MT selaku Project Officer ONE-STEP Ramp IPB dan di ikuti dengan kisah sukses technopreuner oleh Risyana Sukarma selaku pemilik tirta cupumanik pengusaha saringan air keramik untuk air minum yang membagi kisah nya dalam memulai bisnis dengan pengembangan teknologi tepat guna. Materi selanjutnya di isi oleh Akedimisi dan mahasiswa dalam pengalamannya mengembangkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, materi ini di isi oleh Kiki Prio Utomo, ST, M.Sc dan mahasiswa Teknik Lingkungan.

Dengan adanya kegiatan ONE-STEP di harapkan membuka pikiran mahasiswa untuk dapat mengembangkan teknologi sekaligus berwirausaha sehingga apa yang telah di pelajari di bangku perkuliahan dapat juga menunjang pekerjaan dan bermanfaat untuk masyarakat luas.

Ardy Rubinatta
Panitian ONE-STEP UNTAN 2012

Sumber: http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2012/12/24/untan-sukses-gelar-one-day-tecnopreunership-workshop-one-step-ramp-ipb-518645.html

Call for proposals – Pelatihan Intensive-Student Technopreneurship Program 2014

Poster i-STEP 2014 terpilih

PELATIHAN GRATIS…

RAMP-IPB kembali akan mengadakan Pelatihan Technopreneurship (Intensive-Student Technopreneurship Program 2014 atau i-STEP 2014). Program ini menawarkan peluang kepada 50 orang mahasiswa Indonesia untuk mengikuti pelatihan technopreneurship secara GRATIS selama dua minggu di Bogor, bahkan kami berikan pengganti biaya transportasi pulang-pergi, akomodasi (penginapan, makan, snack, dll.) selama training, serta seluruh materi training diberikan secara cuma-cuma. Pelatihan tersebut terbuka untuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki minat untuk pengembangan invensi dan inovasi dan/atau technopreneurship serta memiliki ide atau solusi teknologi untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang air, energi, kesehatan, pertanian, keanekaragaman hayati atau bidang-bidang lain yang relevan.

Inti training adalah bagaimana menumbuhkan ide inovasi teknologi dan membawanya sampai menjadi suatu bisnis atau usaha yang bermanfaat bagi masyarakat, yang kami istilahkan sebagai “from idea to impact”. Materi yang akan diberikan adalah penilaian idea dan peluang usaha, mentransfer ide menjadi teknologi yang ‘proven’, memasarkan dan menjual inovasi, membuat business plan dan business model, membangun usaha, dan membiayai usaha berbasis inovasi teknologi.

Syarat:

- Terdaftar sebagai mahasiswa di perguruan tinggi minimal semester 4 (S-1) atau semester 2 (S-0/D-3).
- Memiliki ide inovasi teknologi yang bermanfat bagi masyarakat.
- Mengisi formulir proposal dan dokumen-dokumen pendukungnya (terlampir) atau dapat diperoleh di rektorat anda (luar IPB), departemen (IPB) atau di-download di http://ramp.ipb.ac.id/index.php/component/content/article/36-step/128-undangan-pelatihan-gratis-istep-2014.
- Mengirimkan proposal awal inovasi teknologi dalam format MS Word ke e-mail ke ramp.ipb@gmail.com paling lambat 9 Juni 2014.
- Setelah menerima tanggapan dari RAMP-IPB, mengirimkan proposal yang sudah diperbaiki ke e-mail ramp.ipb@gmail.com paling lambat 24 Juni 2014.
- Mengirimkan hardcopy proposal yang sudah diperbaiki sesuai dengan ketentuan pada formulir proposal (Lampiran 1) paling lambat 24 Juni 2014 ke:

Sekretariat RAMP-IPB
Jl. Raya Pajajaran No. 1
Kampus IPB Baranangsiang, Pintu 3,
Bogor 16143.

Proposal-proposal tersebut akan diseleksi oleh tim reviewer. Peserta yang terpilih akan berhak mengikuti pelatihan tersebut yang sepenuhnya dibiayai oleh RAMP-IPB.
Pengumuman yang lolos seleksi: 14-16 Juli 2014.
Pelaksanaan pelatihan: 18-30 Agustus 2014.

Informasi lengkapnya dapat diperoleh di http://ramp.ipb.ac.id atau tanyakan melalui e-mail ke: ramp.ipb@gmail.com.

Lampiran:

Panduan i-step 2014_rev2

Lampiran 1_formulir proposal i-step 2014_rev1

Lampiran 2_pernyataan kesediaan i-step 2014_rev1

 

Pendidikan Kewirausahaan di Indonesia Perlu Diubah

PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI INDONESIA PERLU DIUBAH

Pendidikan kewirausahaan kini sangat diminati oleh banyak pihak, baik pemerintah, perusahaan swasta, dan utamanya perguruan tinggi. Hampir setiap perguruan tinggi di Indonesia memiliki kurikulum untuk menghasilkan wirausaha di kampusnya. Namun demikian, pendidikan yang marak ini tidak diikuti oleh mutu hasil yang memuaskan. Sebagai contoh, hasil survei Global Entrepreneurship Monitor yang baru dirilis menunjukkan bahwa sangat minimal (hanya 4 %) wirausahawan Indonesia yang menghasilkan produk baru atau produk yang inovatif.

Perguruan tinggi yang mestinya mendorong kelahiran wirausaha yang bermutu, sejalan dengan mutu pelakunya yang berpendidikan tinggi, sering masih kesulitan dalam melahirkan wirausaha terdidik yang mampu melahirkan produk yang inovatif dan memberikan dampak luas ke masyarakat. Melahirkan wirausaha yang bermutu memang tidak mudah, apalagi tidak ditunjang oleh ekosistem yang memadai, namun upaya untuk itu harus terus dilakukan, terutama melalui proses pendidikan tinggi.

Dengan latar belakang tersebut, Recognition and Mentoring Program-Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB) menyelenggarakan “Pelatihan Technopreneurship untuk Dosen” di Amaris Hotel, Bogor pada 11-13 Maret 2014. Training tersebut diperuntukkan bagi dosen yang ingin melahirkan perusahaan start-up yang efektif di kampusnya, dengan mengintegrasikan pendekatan lean start-up dan customer development dalam kurikulum di perguruan tinggi. Pendekatan ini relatif murah dan cepat sehingga sesuai dengan dunia kampus dan mahasiswa yang akan menjalankannya. Pendekatan ini sekaligus juga ilmiah sekaligus experiential sehingga dapat diintegrasikan dalam kurikulum.

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para dosen dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia ini dapat mengadopsi dan mengadaptasikan metode yang efektif dalam penciptaan teknopreneur baru ke dalam kurikulum di masing-masing perguruan tingginya. Pelatihan diikuti oleh 36 dosen kewirausahaan dari 27 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, yakni Institut Pertanian Bogor, Institut Pertanian STIPER Yogyakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Pratama Mulia Surakarta, Universitas Andalas, Universitas Bina Nusantara, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Brawijaya, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Universitas Halu Oleo, Universitas Hasanuddin, Universitas Jember, Universitas Jenderal Achmad Yani Bandung, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Palangkaraya, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Universitas Sumatera Utara, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Udayana, dan UPN Veteran Jatim.

Materi yang diberikan pada pelatihan tersebut meliputi cara-cara pembangkitan dan evaluasi ide, model-model pembelajaran technopreneurship, penyusunan dan teknik pengajaran business model canvas, pendekatan lean start-up dan customer development, pengembangan produk melalui human-centered design, dan contoh-contoh hasil pembelajaran yang sudah dilakukan oleh IPB.

Buku baru “SAINS DAN TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI MINYAK/LEMAK DAN KULIT SAMOA (CHAMOIS LEATHER)”

 sampul belakang buku kulit samoasampul depan buku kulit samoaSAINS DAN TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI MINYAK/LEMAK DAN KULIT SAMOA (CHAMOIS LEATHER)”

Penulis: Ono Suparno, Ika A. Kartika, Muslich

Penerbit: IPB Press

Minyak/lemak merupakan salah satu komponen penting dalam bahan-bahan alami atau bahan-bahan hasil pertanian, selain protein, karbohidrat, dan air. Material tersebut memiliki berbagai kegunaan, yakni sebagai sumber energi (kalori), media pemanas, pelumas, dan pelarut warna, rasa serta aroma, sehingga bahan tersebut berperan penting, baik di industri pangan maupun nonpangan.  Pada industri penyamakan kulit, sebagian minyak/lemak berguna sebagai bahan penyamak (tanning agent) untuk memproduksi kulit samoa (chamois leather) dan minyak/lemak yang sudah dimodifikasi digunakan dalam proses pelemakan (fatliquoring).

Pemahaman mengenai dasar-dasar penyamakan kulit, khususnya kulit samoa masih berdasarkan pengetahuan turun-temurun dan pengalaman,  walaupun usaha-usaha terbaik telah dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan dewasa ini. Bahan penyamak yang digunakan di industri kulit samoa dewasa ini masih menggunakan minyak ikan yang menghadapi permasalahan pada mutu produk dan biaya produksi kulit samak tersebut. Oleh karena itu, pemahaman secara ilmiah diperlukan supaya terjadi peningkatan kesinambungan industri yang menghasilkan material unik yang diturunkan dari sumber alami tersebut. Selain itu, bahan-bahan penyamak baru perlu diteliti dan dikembangkan untuk meningkatkan mutu produk kulit samoa, menurunkan biaya produksi,  dan sekaligus meningkatkan nilai tambah bahan-bahan penyamak baru tersebut.  Buku ini ditulis dengan harapan dapat membantu memberikan sains dan teknologi proses produksi minyak/lemak dan kulit samoa untuk meningkatkan nilai tambah dan produksi kedua material tersebut.

Buku ini menjelaskan ilmu pengetahuan dan teknologi proses produksi minyak/lemak dan kulit samoa, yang mencakup definisi, sifat-sifat, metode ekstraksi, dan pengujian minyak/lemak; dan definisi, sifat-sifat, proses produksi, standar mutu, serta pengujian kulit samoa. Buku ini ditulis dengan harapan dapat membantu memberikan sains dan teknologi proses produksi minyak/lemak dan kulit samoa untuk meningkatkan nilai tambah dan produksi kedua material tersebut, khususnya di Indonesia.  Oleh karena itu, buku ini tidak hanya ditujukan untuk pembaca dari kalangan akademisi, mahasiswa, dan pelajar, tetapi juga untuk praktisi/pewirausaha teknologi (technopreneur) agroindustri dan pembuat kebijakan ekonomi.

Seminar Nasional “Social Technopreneurship 2013” dan Intensive-Student Technopreneurship Program 2013

Pengembangan teknologi yang banyak dilakukan di lembaga-lembaga riset dan perguruan tinggipada saat ini masih belum optimum untuk memberikan penyelesaian permasalahan di masyarakat kita.  Solusi teknologi dan pengembangan usaha sangat diperlukan untuk menjawab persoalanmasyarakat miskin dan pengangguran di Indonesia yang jumlahnya masih tinggi.Selain itu, pengembangan technopreneurship diperlukan untuk memanfaatkan secara optimum sumberdaya alam Indonesia yang sangat kaya.   

Socialtechnopreneurship merupakan salah satu solusi permasalahan-permasalahan tersebut.  Socialtechnopreneurship memberikan solusi dengan mengembangkan kewirausahaan yang mendayagunakan teknologi untuk menjawab persoalan masyarakat.  Dengan latar belakang tersebut, RAMP-IPBmengadakan Seminar Nasional “SocialTechnopreneurship 2013”, yang yang bertujuan (1) untuk menyosialisasikan pengalaman keberhasilan para social-technopreneur Indonesia agar menjadi model dari gerakan social-technopreneurship Indonesia, dan (2) untuk menunjukkan hasil dari upaya yang sudah dilakukan beberapa social-technopreneur Indonesia.  

Seminar yang diselenggarakan di IPB International Convention Center (IICC), Botani Square, Bogor tersebut merupakan bagian awal dari Pelatihan Intensive-Student Technopreneurship Program 2013(i-STEP 2013)yang diselenggarakan oleh RAMP-IPB di CICO Resort, Bogor  selama dua minggu, 24 Juni-6 Juli 2013.  Seminar tersebut menghadirkan pemakalah: Bapak Ahmad Juwaini (Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa), Bapak Hanif A. Widyanto (Manajer Program – Global Entrepreneurship Program Indonesia), Dr. Didiek H. Goenadi (Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara), dan Ibu Rara Sekar Larasati (Project Officer – Kopernik).     

Pelatihan i-STEP 2013 merupakan program peningkatan kemampuan technopreneurship mahasiswa untuk para mahasiswa terpilih yang memiliki ide-ide inovatif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tujuan pelatihan tersebut adalah (1) untuk meningkatkan kemampuan social-technopreneurship mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia, yaitu kemampuan mulai dari membangkitkan ide inovatif, mengevaluasi ide, mengembangkan produk teknologi, mendirikan usaha baru, memasarkan, dan mengelola pembiayaan dan keuangan secara praktis untuk sebuah usaha berbasis teknologi, (2) untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menciptakan invensi dan inovasi, dan (3) untuk menjaring calon social-technopreneurship baru yang diharapkan akan memenuhi kualifikasi untuk dilakukan pengembangan melalui program pra-inkubasi dan inkubasi bisnis.

Pelatihan tersebut membantu mahasiswa mulai dari membangkitkan dan memformulasikan ide-ide, mengembangkan teknologi menjadi produk, memproteksi hasil temuan, membentuk bisnis, memasarkan, mengelola pembiayaan dan keuangan, serta memperluas dampaknya bagi masyarakat.  Program tersebut melibatkan berbagai pakar, akademisi, dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya untuk membekali mahasiswa untuk menjadi teknopreneur.  

Pelatihan i-STEP 2013 diikuti oleh 50 orang mahasiswa terpilih yang berasal dari 17 perguruan tinggi, yakni: Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Nasional Malang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Universitas Andalas, Universitas Bengkulu, Universitas Brawijaya, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Diponegoro, Universitas Jambi, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Teuku Umar Meulaboh,  dan Universitas Trunojoyo Madura.

 

Call for proposals i-STEP 2013

PELATIHAN GRATIS!!!

RAMP-IPB kembali akan mengadakan Pelatihan Technopreneurship (Intensive-Student Technopreneurship Program 2013 atau i-STEP 2013). Program ini menawarkan peluang kepada 50 orang mahasiswa Indonesia untuk mengikuti pelatihan technopreneurship secara GRATIS selama dua minggu di Bogor, bahkan kami berikan pengganti biaya transportasi pulang-pergi, akomodasi (penginapan, makan, snack, dll.) selama training, serta seluruh materi training diberikan secara cuma-cuma. Pelatihan tersebut terbuka untuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki minat untuk pengembangan invensi dan inovasi dan/atau technopreneurship serta memiliki ide atau solusi teknologi untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang air, energi, kesehatan, pertanian, keanekaragaman hayati atau bidang-bidang lain yang relevan.

Inti training adalah bagaimana menumbuhkan ide inovasi teknologi dan membawanya sampai menjadi suatu bisnis atau usaha yang bermanfaat bagi masyarakat, yang kami istilahkan sebagai “from idea to impact”. Materi yang akan diberikan adalah penilaian idea dan peluang usaha, mentransfer ide menjadi teknologi yang ‘proven’, memasarkan dan menjual inovasi, membuat business plan dan business model, membangun usaha, dan membiayai usaha berbasis inovasi teknologi.

Syarat:
- Terdaftar sebagai mahasiswa di perguruan tinggi minimal semester 4 (S-1) atau semester 2 (S-0/Diploma 3).
- Memiliki ide inovasi teknologi yang bermanfat bagi masyarakat.
- Mengisi formulir proposal dan dokumen-dokumen pendukungnya (terlampir) yang dapat diperoleh di rektorat anda (luar IPB), departemen (IPB)  atau di-download di http://www.ramp-indonesia.org atau di http://ramp.ipb.ac.id.

- Mengirimkan proposal awal inovasi teknologi dalam format MS Word ke e-mail ono.suparno@gmail.com dan tembusan (cc) ke ramp.ipb@gmail.com paling lambat 11 Mei 2013.

- Setelah menerima tanggapan dari RAMP-IPB, mengirimkan proposal yang sudah diperbaiki ke e-mail ono.suparno@gmail.com dan cc  ke ramp.ipb@gmail.com paling lambat 25 Mei 2013.

- Mengirimkan hardcopy proposal yang sudah diperbaiki sesuai dengan ketentuan pada formulir proposal (Lampiran 1) paling lambat 25 Mei 2013 ke:

Sekretariat  RAMP-IPB
Jl. Raya Pajajaran No. 1,
Kampus IPB Baranangsiang, Pintu 3, Bogor 16127.

Proposal-proposal tersebut akan diseleksi oleh tim reviewer. Peserta yang terpilih akan berhak mengikuti pelatihan tersebut yang sepenuhnya dibiayai oleh RAMP-IPB.
Pengumuman yang lolos seleksi: 6-7 Juni 2013.
Pelaksanaan pelatihan: 24 Juni-6 Juli 2013.

Informasi lengkapnya dapat diperoleh di: http://www.ramp-indonesia.org atau http://ramp.ipb.ac.id.
atau tanyakan melalui e-mail ke: lramp@ipb.ac.id atau ramp.ipb@gmail.com.

Atas kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Salam,
Ono Suparno


Dr. Ono Suparno
Recognition and Mentoring Program- Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB)
Jl. Raya Pajajaran No. 1, Kampus IPB Baranangsiang, Pintu 3, Bogor 16143
Telepon : 0251-8317386, Fax : 0251-8317386, Website: www.ramp-indonesia.org
E-mail: ono.suparno@ipb.ac.id; http://ono.suparno.staff.ipb.ac.id

 

Lampiran:

 

 

 

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE