Pendidikan Kewirausahaan di Indonesia Perlu Diubah

PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI INDONESIA PERLU DIUBAH

Pendidikan kewirausahaan kini sangat diminati oleh banyak pihak, baik pemerintah, perusahaan swasta, dan utamanya perguruan tinggi. Hampir setiap perguruan tinggi di Indonesia memiliki kurikulum untuk menghasilkan wirausaha di kampusnya. Namun demikian, pendidikan yang marak ini tidak diikuti oleh mutu hasil yang memuaskan. Sebagai contoh, hasil survei Global Entrepreneurship Monitor yang baru dirilis menunjukkan bahwa sangat minimal (hanya 4 %) wirausahawan Indonesia yang menghasilkan produk baru atau produk yang inovatif.

Perguruan tinggi yang mestinya mendorong kelahiran wirausaha yang bermutu, sejalan dengan mutu pelakunya yang berpendidikan tinggi, sering masih kesulitan dalam melahirkan wirausaha terdidik yang mampu melahirkan produk yang inovatif dan memberikan dampak luas ke masyarakat. Melahirkan wirausaha yang bermutu memang tidak mudah, apalagi tidak ditunjang oleh ekosistem yang memadai, namun upaya untuk itu harus terus dilakukan, terutama melalui proses pendidikan tinggi.

Dengan latar belakang tersebut, Recognition and Mentoring Program-Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB) menyelenggarakan “Pelatihan Technopreneurship untuk Dosen” di Amaris Hotel, Bogor pada 11-13 Maret 2014. Training tersebut diperuntukkan bagi dosen yang ingin melahirkan perusahaan start-up yang efektif di kampusnya, dengan mengintegrasikan pendekatan lean start-up dan customer development dalam kurikulum di perguruan tinggi. Pendekatan ini relatif murah dan cepat sehingga sesuai dengan dunia kampus dan mahasiswa yang akan menjalankannya. Pendekatan ini sekaligus juga ilmiah sekaligus experiential sehingga dapat diintegrasikan dalam kurikulum.

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para dosen dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia ini dapat mengadopsi dan mengadaptasikan metode yang efektif dalam penciptaan teknopreneur baru ke dalam kurikulum di masing-masing perguruan tingginya. Pelatihan diikuti oleh 36 dosen kewirausahaan dari 27 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, yakni Institut Pertanian Bogor, Institut Pertanian STIPER Yogyakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Pratama Mulia Surakarta, Universitas Andalas, Universitas Bina Nusantara, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Brawijaya, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Universitas Halu Oleo, Universitas Hasanuddin, Universitas Jember, Universitas Jenderal Achmad Yani Bandung, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Palangkaraya, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Universitas Sumatera Utara, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Udayana, dan UPN Veteran Jatim.

Materi yang diberikan pada pelatihan tersebut meliputi cara-cara pembangkitan dan evaluasi ide, model-model pembelajaran technopreneurship, penyusunan dan teknik pengajaran business model canvas, pendekatan lean start-up dan customer development, pengembangan produk melalui human-centered design, dan contoh-contoh hasil pembelajaran yang sudah dilakukan oleh IPB.

Comments are closed.

Calendar
March 2014
S M T W T F S
« Aug   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Visitor Statistics