Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Bupati Pandeglang Terima Peserta KKM Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB)

 

Pandeglang, (18/06/2019)- Satubanten.com- Kabupaten Pandeglang bisa dikatakan daerah lumbung padi karena banyak memberikan kontribusi bagi Provinsi Banten dan Nasional untuk produksi padi. Namun, kendati demikian dalam mata rantai pengolahan hasil pertanian khususnya padi masih ada beberapa kendala dihilirnya. “Sebagai lumbung pangan kami masih butuh pengolahan dihilirnya seperti penggilingan dan pengemasan, sehingga yang keluar dari Pandeglang itu bukan gabah melainkan beras,” kata Bupati Irna Narulita saat menenima Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) tematik, Selasa (18/-06) di Pendopo Pandeglang.

Menurut Irna Narulita, inilah saatnya para mahasiswa dapat menerapkan ilmu selama menepuh pendidikan di bangku perkuliahan. “Kami ingin merubah paradigma dari lumbung gabah menjadi beras, ini bisa dicarikan solusinya dalam program KKM ini, sehingga hasil penelitian ini jika memang bagus bisa diterapkan,” ujarnya.

Masih dikatakan Irna, dirinya memang sangat menginginkan untuk menjadi lumbung beras. Hal ini kata dia, banyaknya padi Pandeglang yang dibawa keluar dan di klaim milik daerah lain. “Ini masih saja terjadi karena banyaknya tengkulak, oleh sebab itu kami akan mengupayakan pengolahan dihilir secara maksimal agar barang keluar itu berupa beras Pandeglang bukan padi,” ungkapnya.

Sementara Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Prof Dr Ono Suparno mengatakan jika mahasiswa yang akan melakukan KKM tematik di Pandeglang adalah Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Perikanan Kelautan. “Jumlah mahasiswa yang akan ikut KKM disini adalah sebanyak 161 orang dan akan disebar di beberapa Kecamatan,” ucapnya.

Dikatakan Ono, antara Fakultas Teknologi Pertanian dan Perikanan penempatannya tentu berbeda, karena kultur daerah harus sesuai dengan jurusannya. “Fakultas Pertanian akan ditempatkan di Kecamatan Karangtanjung, Koroncong dan Cikesik. Sedangkan Fakultas Perikanan Kelautan yaitu di Kecamatan Sumur, Kecamatan Panimbang, dan Cigeulis,” terangnya.

Lebih lanjut Ono mengatakan, jika para Mahasiswa ini akan melakukan KKM selama kurang lebih 40 hari dari 18 Juni – 29Juli. Selama itu kata dia, para mahasiswa diharapkan harus dapat berempati kepada masyarakat dan mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dilapangan.”Setelah itu baru menyusun program kerja karena sekarang KKM tematik, harus kritis, analitik, dinamis, menghargai waktu, menjaga kemitraan, dan berkomunikasi serta bangun kerjasama yang baik,” pungkasnya. (Sbs/011/Rls)

Penyerahan KKN 2019

Bupati Pandeglang Terima Peserta KKM Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) (foto dok: Humas pemkab Pandeglang)

Sumber: https://satubanten.com/bupati-pandeglang-terima-peserta-kkm-mahasiswa-institut-pertanian-bogor-ipb/

Pelatihan Aspek Kimia pada Setiap Tahapan Pengolahan Kulit

Balai Besar Kulit, Karet, dan Plastik (BBKKP) Kementerian Perindustrian menyelenggarakan “Pelatihan Aspek Kimia pada Setiap Tahapan Pengolahan Kulit” di Yogyakarta pada 29-30 Oktober 2018. Pelatihan tersebut diikuti oleh 13 peneliti, perekayasa, dan teknisi litkayasa BBKKP, Yogyakarta.

Narasumber atau fasilitator pada pelatihan tersebut, Prof. Dr. Ono Suparno dari Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fateta IPB menyampaikan materi pelatihan mengenai aspek-aspek kimia pada kulit dan kolagen, pengawetan kulit, prapenyamakan, penyamakan, dan pascapenyamakan.

IMG_5657_rev IMG_5624_rev

 

Professional Grade sebagai FSLTC

Sertifikat professional grade sebagai Fellow of Society of Leather Technologists and Chemists (FSLTC) sampai juga dikirim via pos, alhamdulillah, walaupun tidak sempat hadir memenuhi undangan The 120th Society of Leather Technologists and Chemists (SLTC) Conference di Northampton, UK bulan lalu. Terima kasih banyak. Semoga bermanfaat dan berkah.

FSLTC_Ono Suparno

Call for applicants: Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Batch III

Kemristekdikti akan membuka beasiswa Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Batch III yang merupakan beasiswa bagi sarjana baru yang lolos seleksi untuk melanjutkan studi program magister (S-2) dan langsung melanjutkan ke program doktor (S-3). Dengan demikian, pendidikan doktor diharapkan dapat ditempuh dalam waktu empat tahun.

Fasilitas yang akan diterima dari beasiswa PMDSU tersebut adalah (1) Riset di kelompok peneliti/ promotor *, (2) Outsourcing fasilitas riset di dalam negeri maupun luar negeri (untuk mahasiswa), (3) Perluasan jejaring riset internasional (untuk promotor), (4) Biaya pendidikan SPP/UKT, dan (5) Biaya hidup dan tunjangan mahasiswa.

Para calon yang melamar untuk memperoleh Beasiswa PMDSU harus mengikuti prosedur melamar dan syarat-syarat yang ditentukan berikut.

Tatacara Melamar:
a. Proses pelamaran dilakukan secara on-line melalui laman http://beasiswa.ristekdikti.go.id/pmdsu mulai tanggal 02 – 30 Juni 2017. Setiap pelamar akan mendapatkan nomor registrasi (registration number) dan password yang dapat digunakan untuk login kembali di sistem;
b. Melampirkan salinan ijazah dan transkrip (IPK) S1 yang telah dilegalisasi;
c. Melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP);
d. Melampirkan surat keterangan sehat jasmani dan bebas narkoba yang;dikeluarkan oleh Dokter/Rumah Sakit Pemerintah;
e. Melampirkan surat Surat Pernyataan sedang tidak menerima beasiswa dari sumber lainnya;
f. Melampirkan surat rekomendasi dari dosen pembimbing.

Syarat untuk Pelamar Beasiswa PMDSU:
a) Sarjana unggul (fresh graduate) dengan maksimal kelulusan tiga tahun terakhir (lulusan tahun 2015, 2016, 2017);
b) Telah memiliki gelar S1 (sarjana strata 1);
c) Persyaratan IPK pelamar sebagai berikut:
Akreditasi PT Asal Pelamar A, Akreditasi Prodi Asal Pelamar A, maka IPK ≥ 3,25; Akreditasi PT Asal Pelamar B, Akreditasi Prodi Asal Pelamar A, maka IPK ≥ 3,5; Akreditasi PT Asal Pelamar A, Akreditasi Prodi Asal Pelamar B, maka IPK ≥ 3,5;  Akreditasi PT Asal Pelamar B, Akreditasi Prodi Asal Pelamar B, maka IPK ≥ 3,75; Akreditasi PT dan Prodi Asal Pelamar dibawah B, maka IPK ≥ 3,8.
d) Usia tidak lebih dari 23 tahun;
e) Memperoleh rekomendasi dari dosen pembimbing;
f) Warga Negara Indonesia;
g) Tidak sedang menerima beasiswa lainnya;
h) Sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba;
i) Bersedia mengikuti pendidikan pascasarjana selama jangka waktu 4 (empat) tahun.

Hal-hal yang harus diperhatikan Pelamar Beasiswa PMDSU:
a) Mencari informasi secara rinci tentang promotor dan bidang studi promotor yang akan dijadikannya sebagai tempat belajar;
b) Mendaftarkan diri sebagai pelamar PMDSU melalui laman beasiswa.ristekdikti.go.id/pmdsu dengan memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan;
c) Pelamar PMDSU hanya diperbolehkan mengajukan usulan kepada satu perguruan tinggi (PT) penyelenggara PMDSU;
d) Mendaftar ke Sekolah/Program Pascasarjana Penyelenggara yang dituju dengan memenuhi persyaratan pendaftaran sebagai pelamar di Sekolah/Program Pascasarjana tersebut;
e) Mengikuti dan memenuhi seluruh persyaratan Proses Seleksi yang diselenggarakan oleh Sekolah/Program Pascasarjana Penyelenggara tujuan;
f) Melihat hasil Penetapan Penerima PMDSU yang diumumkan oleh PPs tempat studi.

Informasi lengkap mengenai PMDSU Batch III dapat diperoleh di http://beasiswa.dikti.go.id/z/files/panduan_batch_3.pdf.

***

Selamat Idul Fitri 1437 H.

 

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Taqabbalallahu minnaa wa minkum shiyamanaa wa siyamakum kullu ‘aamin wa antum bikhair.

Selamat Idul Fitri 1437 H.

Ono Suparno dan Keluarga

 

IPB Lantik 23 Pejabat Baru

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali melantik 23 pejabat untuk menduduki posisi wakil dekan, kepala pusat, sekretaris pusat penelitian dan kepala tata usaha. Acara digelar di Gedung Rektorat Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Darmaga, Bogor, Jumat (12/2/2016).

Rektor IPB, Prof.Dr. Herry Suhardiyanto menyampaikan kepada para pejabat yang dilantik, agar membantu memperkuat visi IPB. Selain itu juga diharapkan dapat memberikan penekanan pada peran IPB dalam pengarusutamaan pertanian, yaitu menjadi perguruan tinggi berbasis riset, bertaraf internasional, dan penggerak prima pengarusutamaan pertanian.

Lebih lanjut rektor menyebutkan, penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi di IPB pada Tahun Reputasi Inovasi ini akan difokuskan pada upaya menghasilkan dan mengembangkan berbagai inovasi. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu, produk, sistem, model dan kebijakan yang dapat mendorong peningkatan daya saing nasional melalui riset yang bersifat terobosan dan unggul.  Rektor menambahkan, pejabat yang terpilih telah memenuhi syarat pada setiap jabatan, antara lain: kompetensi, dedikasi, loyalitas, kemampuan bekerjasama secara sinergis dengan pimpinan IPB serta pengalaman dan track record yang baik.

Berikut ini adalah 23 nama-nama pejabat yang dilantik:

No.
Nama
Ditugaskan dalam jabatan
1
drh. Agus Setiyono, MS, Ph.D.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Hewan
2
Dr.drh. Trioso Purnawarman, M.Si.
Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Kedokteran Hewan
3
Prof.Dr.Ir. Joko Santoso, M.Si.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
4
Dr.Ir. Budhi Hascaryo Iskandar, M.Si.
Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
5
Prof.Dr.Ir. Sumiati, M.Sc.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Peternakan
6
Dr. Rudi Afnan, S.Pt, M.Sc.
Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Peternakan
7
Prof.Dr. Ono Suparno, S.TP, MT
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknologi Pertanian
8
Prof.Dr.Ir. Slamet Budijanto, M.Agr.
Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Teknologi Pertanian
9
Dr.Ir. KGS Dahlan, M.Sc.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Matematika dan IPA
10
Dr.Ir. Hamim, M.Si.
Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Matematika dan IPA
11
Dr.Ir. Suryo Wiyono, M.Sc.Agr.
Ketua Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian
12
Dr.Ir. Agus Buono, M.Si, M.Kom.
Ketua Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan IPA
13
Dr.Ir. Ruly Anwar, M.Si.
Sekretaris Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian
14
Ahmad Ridha, S.Kom, M.Sc.
Sekretaris Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan IPA
15
Dr.Ir. Ario Damar, M.Si.
Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) LPPM
16
Prof.Dr.Ir. Nuri Andarwulan, M.Si
Kepala Pusat Pengembangan Ilmu dan Teknologi Pertanian dan Pangan Asia Tenggara (SEAFAST Center) LPPM
17
Dr. Wisnu Ananta Kusuma, S.T., M.T.
Sekretaris Pusat Studi Biofarmaka LPPM
18
Dr.Ir. Abdjad Asih Nawangsih, M.Si.
Kasubdit. Kebijakan Pertanian Direktorat Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian
19
Ina Rachdiani, S.TP.
Kepala Tata Usaha Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian
20
Yopi Kurniawan, S.E.
Kepala Tata Usaha Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian
21
Yuni Maharani, S.E.
Kepala Tata Usaha Departemen Biologi Fakultas Matematika dan IPA
22
Avip Setiawan, S.IP.
Kepala Tata Usaha Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia
23
Erna Prastiwi, S.E.
Kepala Seksi Remunerasi Direktorat Sumberdaya Manusia

Sumber: http://ipbmag.ipb.ac.id/dinamikakampus/b7594d7674115fbb2ebbaf9722e92be9/IPB-Lantik-23-Pejabat-Baru

The 119th Society of Leather Technologists and Chemists Conference

The 119th Society of Leather Technologists and Chemists (SLTC) Conference was held in Northampton, England on 23rd April 2016.  The conference offers the opportunity to share ideas, knowledge, and experiences with others.

The 119th SLTC Conference presented (a) Proctor Memorial Lecture: “From Sheep Yards to SNP Chips – the Changing Face of Rawstock Research” by Dr Sue Cooper, New Zealand Leather & Shoe Research Association; (b) “The Future of Vegetable Tanning” by Nigel Payne & Peter Atkinson, Forestal Mimosa; (c) “Digital Printing onto Leather” by Dr Barry McGregor, Fujifilm; (d) “A Sustainable Future for the Leather Industry” by Mike Tomkin, supported by STAHL; and (e) “Water Saving Processing” by Karl Flowers, ICLT, The University of Northampton. The conference also presented an interesting and important debate on “Chrome VI and the Future Use of Chrome in Leather Manufacture” chaired by Mr Reg Hankey, Pittards, and panels consisting of Dr Dietrich Tegtmeyer, Lanxess; Emeritus Professor Tony Covington, ICLT, The University of Northampton; Mr John Hubbard, SATRA Technology; Dr Warren Bowden, Scottish Leather Group; and Dr Kerry Senior, UK Leather Federation.

Our research posters entitled “Process development of the chamois leather manufacturing” and “Acceleration process of chamois leather tanning” were presented at the conference. The meeting was very fruitful for us to get information and knowledge as well as to meet leather concern people. It was a valuable and important day, including dinner engaged the leather and leather-related experts.

Besides attending the conference, we visited the University of Northampton to discuss areas of potential collaboration, particularly in the field of leather science and technology, between Bogor Agricultural University and the Institute for Creative Leather Technologies (ICLT) of the UoN. In the visit, we arranged a memorandum of understanding (MoU) between IPB and the UoN for a mutual academic collaboration. We hope there are some valuable collaborative activities between the two universities in the near future.

We would like to take this opportunity to thank the Dr Dorothy Jordan Lloyd Memorial Trust for providing the award to attend the conference and to visit the University.

Semnas Pendidikan IPA VII (Science Edupreneurship)

Seminar Nasional Pendidikan IPA VII yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Maret 2016 berjalan dengan sukses dan lancar. Bertempat di aula utama Prof. Dr. Slamet Dajono, kegiatan yang merupakan agenda tahunan Jurusan IPA FMIPA Unesa ini melibatkan 130 peserta dan 30 pemakalah dengan berbagai latar belakang mulai dari peneliti, praktisi, dan mahasiswa. Pembukaan seminar diawali dengan tari tradisional dan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I, Prof. Dr. Madlazim, M.Si.

Melalui tema “Science Edupreneurship”, Semnas Pendidikan IPA kali ini ingin mengaktualisasikan konsep-konsep yang diajarkan di sekolah ataupun kampus agar mencapai ranah hilir sehingga terjangkau bagi pengguna dan bermanfaat ekonomi bagi yang mengembangkan. Untuk itu, tiga pembicara dengan konteks keahlian yang saling mendukung terhadap tema diundang, yaitu Prof. Ono Suparno, Ph.D., (ahli teknopreneurship) dari IPB, Prof. Dr. Sudarmin, M.Si. (ahli etnosains) dari Unnes, dan Dr. Wahono Widodo, M.Si. (ahli literasi sains) dari Unesa.

Di dalam paparannya, menurut Prof. Ono, seorang entrepreneur dituntut untuk memiliki sikap peka terhadap peluang, namun belum atau sedikit tersentuh untuk dikembangkan. Untuk bisnis-bisnis yang sudah biasa, misalnya bisnis makanan, pengembangan usaha dapat dilakukan dengan mengubah cara penjualan, kemasan makanan, dan cita rasa unik dari makanan tersebut. Ini yang menandakan bahwa calon entrepreneur sukses harus kreatif dan inovatif. Untuk abad 21, arah kreativitas ditujukan pada kemampuan menggunakan teknologi sebagai sarana atau bahkan bisnis itu sendiri. Kemampuan ini cukup berisiko bila calon entrepreneur tersebut tidak memiliki mental yang kuat dan pemecahan masalah yang strategis.

Jika ditinjau dari aspek budaya dan kearifan lokal, sikap kewirausahaan dapat dimunculkan dengan memanfaatkan kekayaan alam lokal yang unik dan berbeda dari daerah lain. Pengolahan sumber daya alam tersebut kemudian dikaitkan dengan cara-cara yang berbasis kultural (cultural based) misalnya dalam pengolahan ikan asap, masing-masing daerah memiliki cara dan strategi yang berbeda. “Untuk itu, pengetahuan terhadap kondisi tersebut dapat mulai dibangun dari pendidikan, dan ini pentingnya Model Pembelajaran Sains Berbasis Etnosains (MPSBE) untuk kewirausahaan”, ungkap Prof. Sudarmin.

Sejalan dengan dua pemikiran di atas, kemampuan lain yang relevan untuk calon pengusaha ialah kemampuan untuk membaca situasi hingga melahirkan suatu keputusan. Proses ini dikenal secara sederhana sebagai suatu literasi, sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Wahono. Di dalam sains, literasi diartikan sebagai kapasitas untuk menggunakan pengetahuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti agar dapat memahami dan membantu membuat keputusan tentang kehidupan dan interaksi manusia dengan alam. Pada perkuliahan, hal tersebut dapay diaplikasikan pada Pembelajaran Berbasis Riset (PBR). Pembelajaran ini menuntut mahasiswa untuk kreatif dalam mengaplikasikan konsep-konsep yang mereka pelajari di dalam penelitian. Penelitian ini akhirnya menjadi produk (seperti media pembelajaran, makanan fermentasi, dan pengawetan makanan) yang apabila dikembangkan dapat juga menjadi produk usaha. Di Jurusan IPA sendiri, pemakaian PBR sudah dimunculkan pada mata kuliah Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat (salingtemas).

Berdasarkan semua paparan di atas, trigger terhadap sikap wirausaha dapat dibangun melalui pendidikan di universitas dengan memberikan fasilitas kepada mahasiswa untuk mengaktualisasikan pemikirannya akan konsep-konsep IPA yang mereka pelajari sehingga menjadi produk yang siap pakai. Ini merupakan bentuk science edupreneurship yang komprehensif.

Sumber: http://fmipa.unesa.ac.id/sains/2016/03/30/semnas-pendidikan-ipa-vii-science-edupreneurship/

Fakultas Teknologi Pertanian IPB dan Sugar Group Companies (SGC), Lampung Melakukan Kolaborasi dan Kajian Pendirian Program Diploma 4 Industri Gula

Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan upaya bekerjasama dengan Sugar Group Companies (SGC), Lampung untuk mendirikan Program Diploma 4 (D-4) yang akan berafiliasi di Direktorat Diploma IPB. Dalam rangka penjajagan untuk pengembangan program tersebut, Tim Kerjasama Pengembangan Pendidikan Program D-4 Fateta IPB dan SGC, Lampung yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc. (Dekan Fateta) berkunjung ke SGC, Lampung pada 18-19 Februari 2016.

Pada kunjungan ke SGC sebagai penghasil gula pasir bermerk Gulaku tersebut, tim Fateta IPB diperkenalkan dengan para personalia SGC, berkunjung ke fasilitas-fasilitas pendidikan, perkebunan tebu, dan pabrik gula. Saat ini, SGC memiliki sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sekolah serta lembaga pendidikan vokasi, yakni politeknik (D-3) dan sekolah menengah kejuruan dengan fasilitas pendidikan dan praktikum yang memadai. Pendidikan di SGC diperuntukan bagi putra-putri karyawan SGC dan lulusannya diharapkan dapat bekerja secara profesional di SGC.

Secara garis besar Fateta IPB dan SGC melihat peluang potensial pengembangan Program Diploma 4 (D-4) teknologi gula dari mulai hulu (on farm) sampai hilir (off farm). Program D-4 tersebut didirikan terutama untuk membekali para peserta didik yang berasal dari putra-putri karyawan SGC, sehingga mampu bekerja di SGC dan mengembangkan SGC untuk lebih kompetitif secara berkelanjutan.

Mahasiswa Fateta IPB Menjadi Juara Umum The 2nd AUCFA Student Seminar And Competition

Dekan, wakil dekan, ketua departemen di lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Sam Herodian sebagai salah satu pendiri ASEAN Universities Consortium on Food and Agro-based Engineering and Technology Education (AUCFA), dan 26 mahasiswa Fateta IPB menghadiri The 4th AUCFA Conference and Workshop and The 2nd AUCFA Student Seminar and Competition. Kegiatan yang diikuti oleh negara-negara ASEAN yang tergabung dalam AUCFA tersebut diselenggarakan di Kasetsart University, Bangkok, Thailand pada 4-5 Februari 2016.

Selain konferensi, workshop, dan student competition, pada acara tersebut, dilakukan juga diskusi mengenai berbagai aktivitas AUCFA dalam student and staff mobility, curriculum development and harmonization, research and extension, dan scientific communication. Aktivitas-aktivitas tersebut dilakukan untuk meningkatkan kerjasama akademik internasional.

Sebanyak 26 mahasiswa Fateta IPB yang terdiri atas sembilan tim mewakili Fateta IPB pada acara tersebut. Mereka mempresentasikan hasil-hasil inovasi produk berbasis beras yang mampu bersaing di pasar global dalam bentuk presentasi, video, dan poster. Keikutsertaan mahasiswa tersebut diharapkan dapat meraih prestasi dan meningkatkan kemampuan soft skills mahasiswa.

Pada The 2nd AUCFA Student Seminar and Competition yang diikuti oleh 20 tim yang berasal dari berbagai negara anggota AUCFA tersebut, mahasiswa Fateta IPB berhasil menjadi juara umum. Mahasiswa Fateta IPB menjadi juara di lima kategori dari tujuh kategori yang dilombakan, yakni First prize (Aldrian Kuswadi dan Eric Prasetya), runner-up (Andriyana, Diang Sagita, Chandra Gupta), best commercialization (Saiful Pratama, Galuh Ayu C.K., Monika Emeralda R.), best innovative ide (Muhammad A. Mujahid, Cynthia Andrian, Sylvia Indrian), dan best technology deployment (Alfandias S. Putra, Anggakasi Saini, Galang G. Ramadhan).

Recent Posts
Calendar
January 2020
S M T W T F S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Visitor Statistics