Archive for March, 2016

Fakultas Teknologi Pertanian IPB dan Sugar Group Companies (SGC), Lampung Melakukan Kolaborasi dan Kajian Pendirian Program Diploma 4 Industri Gula

Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan upaya bekerjasama dengan Sugar Group Companies (SGC), Lampung untuk mendirikan Program Diploma 4 (D-4) yang akan berafiliasi di Direktorat Diploma IPB. Dalam rangka penjajagan untuk pengembangan program tersebut, Tim Kerjasama Pengembangan Pendidikan Program D-4 Fateta IPB dan SGC, Lampung yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc. (Dekan Fateta) berkunjung ke SGC, Lampung pada 18-19 Februari 2016.

Pada kunjungan ke SGC sebagai penghasil gula pasir bermerk Gulaku tersebut, tim Fateta IPB diperkenalkan dengan para personalia SGC, berkunjung ke fasilitas-fasilitas pendidikan, perkebunan tebu, dan pabrik gula. Saat ini, SGC memiliki sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sekolah serta lembaga pendidikan vokasi, yakni politeknik (D-3) dan sekolah menengah kejuruan dengan fasilitas pendidikan dan praktikum yang memadai. Pendidikan di SGC diperuntukan bagi putra-putri karyawan SGC dan lulusannya diharapkan dapat bekerja secara profesional di SGC.

Secara garis besar Fateta IPB dan SGC melihat peluang potensial pengembangan Program Diploma 4 (D-4) teknologi gula dari mulai hulu (on farm) sampai hilir (off farm). Program D-4 tersebut didirikan terutama untuk membekali para peserta didik yang berasal dari putra-putri karyawan SGC, sehingga mampu bekerja di SGC dan mengembangkan SGC untuk lebih kompetitif secara berkelanjutan.

Mahasiswa Fateta IPB Menjadi Juara Umum The 2nd AUCFA Student Seminar And Competition

Dekan, wakil dekan, ketua departemen di lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Sam Herodian sebagai salah satu pendiri ASEAN Universities Consortium on Food and Agro-based Engineering and Technology Education (AUCFA), dan 26 mahasiswa Fateta IPB menghadiri The 4th AUCFA Conference and Workshop and The 2nd AUCFA Student Seminar and Competition. Kegiatan yang diikuti oleh negara-negara ASEAN yang tergabung dalam AUCFA tersebut diselenggarakan di Kasetsart University, Bangkok, Thailand pada 4-5 Februari 2016.

Selain konferensi, workshop, dan student competition, pada acara tersebut, dilakukan juga diskusi mengenai berbagai aktivitas AUCFA dalam student and staff mobility, curriculum development and harmonization, research and extension, dan scientific communication. Aktivitas-aktivitas tersebut dilakukan untuk meningkatkan kerjasama akademik internasional.

Sebanyak 26 mahasiswa Fateta IPB yang terdiri atas sembilan tim mewakili Fateta IPB pada acara tersebut. Mereka mempresentasikan hasil-hasil inovasi produk berbasis beras yang mampu bersaing di pasar global dalam bentuk presentasi, video, dan poster. Keikutsertaan mahasiswa tersebut diharapkan dapat meraih prestasi dan meningkatkan kemampuan soft skills mahasiswa.

Pada The 2nd AUCFA Student Seminar and Competition yang diikuti oleh 20 tim yang berasal dari berbagai negara anggota AUCFA tersebut, mahasiswa Fateta IPB berhasil menjadi juara umum. Mahasiswa Fateta IPB menjadi juara di lima kategori dari tujuh kategori yang dilombakan, yakni First prize (Aldrian Kuswadi dan Eric Prasetya), runner-up (Andriyana, Diang Sagita, Chandra Gupta), best commercialization (Saiful Pratama, Galuh Ayu C.K., Monika Emeralda R.), best innovative ide (Muhammad A. Mujahid, Cynthia Andrian, Sylvia Indrian), dan best technology deployment (Alfandias S. Putra, Anggakasi Saini, Galang G. Ramadhan).

Seminar dan Lokakarya Kewirausahaan Bidang Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Seminar dan Lokakarya Kewirausahaan Bidang Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) diselenggarakan pada hari Sabtu dan Minggu, 19 dan 20 Desember 2015 di Auditorium Kantor Pusat, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Semiloka yang bertema “Menggiatkan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing dan Kualitas Lulusan” tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMP, Ir. Aman Suyadi, M.P.

Semiloka tersebut bertujuan untuk (1) membentuk paradigma kewirausahaan kepada mahasiswa, khususnya kewirausahaan pertanian, (2) menghimpun ide-ide mahasiswa mengenai kewirausahaan di bidang pertanian, (3) meningkatkan wawasan dan pengetahuan akan keilmuan mahasiswa tentang kewirausahan bidang pertanian, (4) meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang kewirausahan di lingkungan kampus, (5) mempererat hubungan komunikasi antarmahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Se Jawa Tengah dan DIY. Selain itu, semiloka tersebut dilakukan untuk mempersiapkan diri menjadi entrepreneur pertanian.

Acara semiloka tersebut diikuti oleh 110 peserta dari beberapa perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Perwakilan-perwakilan mahasiswa yang hadir adalah dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Universitas Mercu Buana Yogyakarya (UMBY), dan Universitas Muhadi Setiabudi (UNMUS) Brebes.

Pada seminar tersebut, Prof. Dr. Ono Suparno dari RAMP-IPB menyampaikan makalah berjudul “Pengembangan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi”. Materi yang disampaikan diantaranya adalah jumlah pengusaha di Indonesia perlu ditingkatkan dan kewirausahaan di bidang pertanian di Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan mengingat sumberdaya alam hayati Indonesia sangat kaya dan pertanian merupakan sektor yang menyediakan kebutuhan pokok manusia. Disampaikan juga mengenai konsep technopreneurship, inovasi, kendala dan solusi wirausahan di biang pertanian, bagaimnana mendirikan perusahaan startup, business model canvas, dan customer development. Selain itu, didiskusikan juga program-program technopreneurship yang diselenggarakan oleh RAMP-IPB, yakni technopreneurship training (Pelatihan Technopreneurship untuk Dosen/Mentor dan Ideation Program), Prototyping, Mentoring, Curriculum Development, dan Research, serta tahapan keikutsertaan pada Technopreneruship Training bagi perguruan tinggi.

Tahapan keikutsertaan Technopreneruship Training bagi perguruan tinggi adalah Pelatihan untuk Dosen (sebagai mentor) dengan mengirimkan surat pernyataan minat dari dosen calon mentor lokal dan mengikuti Pelatihan Technopreneurship untuk Dosen/Mentor Lokal. Mahasiswa yang dosennya telah mendapatkan pelatihan tersebut dapat mengikuti Ideation Program dengan cara melakukan registrasi, mempelajari materi pelatihan, mengerjakan penugasan, mengunggah projek, dan merespon komentar dari mentor. Pada bagian akhir program para peserta akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan dan peserta yang idenya potensial menjadi suatu bisnis yang nyata akan diikutsertakan dalam idea pitching dan yang terbaik akan mendapatkan award.

 

Recent Posts
Pages
Calendar
March 2016
S M T W T F S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031