Guru Besar IPB Kembangkan Teknologi Kulit Ramah Lingkungan Untuk Industri

Jumat, 15 September 2017, 16:52 WIB

TRIBUNNEWSBOGOR.COM – Kulit hewan segar merupakan hasil samping industri daging dan dapat diolah untuk berbagai keperluan. Kulit hewan bisa dimanfaatkan untuk keperluan pembuatan kulit samak, gelatin, perekat, keperluan medis, dan sebagai bahan pangan. Selama periode tahun 2012-2016, industri barang dari kulit dan alas kaki mengalami peningkatan ekspor sebesar 6,83 persen. Namun, pada periode yang sama, Indonesia juga mengimpor kulit dan produk-produk olahannya senilai 0,97-1,14 milyar dolar per tahun dengan laju peningkatan 3,12 persen.

Berpijak dari hal itu, Guru Besar Tetap Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ono Suparno, S.TP., M.T. menyampaikan temuannya tentang teknologi pengolahan kulit produktif dan ramah lingkungan menuju pembangunan industri yang maju dan berkelanjutan.

Menurutnya, proses penyamakan kulit, khususnya penyamakan kulit samoa (chamois leather) memerlukan waktu yang lama. “Kulit samoa merupakan kulit ternak kecil (sebangsa rusa) yang disamak dengan minyak dan diamplas bagian daging dan rajahnya,” ujar Ono Suparno dalam siaran pers yang diterima TribunnewsBogor.com, Jumat (15/9/2017). Dia menjelaskan, kulit ini memiliki fungsi spesifik sebagai filter minyak bermutu tinggi, alat pembersih optik, pembersih jendela, badan mobil, kacamata dan penggunaan lainnya. Kulit samoa merupakan kulit hasil samak yang populer di ranah perdagangan kulit.

Oleh karena itu, teknologi penyamakan kulit yang produktif dan ramah lingkungan perlu dikembangkan dan diterapkan untuk mewujudkan pembangunan industri yang maju dan berkelanjutan.

Sumber: http://bogor.tribunnews.com/2017/09/15/guru-besar-ipb-kembangkan-teknologi-kulit-ramah-lingkungan-untuk-industri

***