Technopreneurship Atasi Pengangguran Intelektual

Sulis Setia Markhamah | Sabtu, 26 April 2014 | Bandar Lampung

Saibumi.com, Bandar Lampung – Dibandingkan beberapa negara Asia, Indonesia negara kaya sumber daya alam (SDA). Namun masih belum sejajar dengan negara maju di dunia. Salah satu faktornya masih minim jumlah pengusaha di Indonesia yang tidak sampai dua persen.

Hal ini terungkap dalam seminar technopreneurship yang digelar Himpunan Mahasiswa Manajemen (Hima-Ma) IBI Darmajaya yang digelar Jumat, 25 April 2014. “Technopreneurship itu strategi terobosan baru menyiasati masalah pengangguran intelektual yang semakin meningkat. Dengan menjadi usahawan terdidik, generasi muda khususnya mahasiswa akan berperan sebagai motor penggerak perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja baru,” ujar Prof Ono Suparno dari Institut Pertanian Bogor dalam rilis, Sabtu, 26 April 2014.

Saat ini menurutnya pengangguran tak lagi identik dengan masyarakat tak berpendidikan. “Jutaan sarjana masih menganggur, ini masalah yang harus ditemukan solusinya. Seharusnya bisa mendorong kita menciptakan inovasi dan penemuan baru yang memiliki nilai ekonomi,” kata Suparno.

Menurut dosen Fakultas Teknik Pertanian IPB ini, pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi bisa berdampak positif untuk masyarakat banyak. “Teknologi merupakan aspek kebutuhan manusia yang terus berkembang. Pemanfaatan teknologi mutakhir tepat guna dalam pengembangan usaha berdasarkan jiwa entrepreneur yang mapan akan mengoptimalkan proses sekaligus hasil dari unit usaha yang dikembangkan,” tandansya. (*)

Sumber: http://www.saibumi.com/artikel-3207-technopreneurship-atasi-pengangguran-intelektual.html

***